Hari Jadi Ciamis, Momen Refleksi dan Pelestarian

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis kini telah memasuki usia ke-383 tahun. Sebuah usia yang mencerminkan panjangnya perjalanan sejarah daerah yang dikenal dengan sebutan Tatar Galuh ini.

Momentum Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga menjadi ajang refleksi bersama untuk menakar sejauh mana kemajuan yang telah dicapai, serta memperkuat kembali jati diri budaya yang diwariskan para leluhur.

Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki akar sejarah kuat, nama Ciamis tidak bisa dilepaskan dari nama besar Galuh. Galuh adalah identitas kebudayaan dan sejarah yang menjadi pijakan Kabupaten Ciamis dalam membangun masa depannya.

KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, yang akrab disapa Kang Ichep, menyampaikan bahwa Hari Jadi Kabupaten Ciamis adalah waktu yang tepat bagi masyarakat untuk bermuhasabah. Kamis, (12/06/2025).

“Kita sebagai manusia yang beriman sudah sepatutnya menjadikan momen Milangkala ini sebagai saat untuk berintrospeksi. Sejauh mana kita menjaga amanah dan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan pendahulu kita?” katanya.

Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat perlu terus menjaga ketaatan kepada Tuhan dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam bertindak. Ia juga menambahkan bahwa sikap rendah hati dan keinginan untuk memperbaiki diri adalah kunci agar masyarakat Ciamis tidak hanya menjadi penikmat sejarah, tetapi juga pelaku perubahan yang membawa kemajuan.

“Kalau kita ingin Ciamis menjadi kabupaten yang mandiri dan berkelanjutan, maka yang harus kita lakukan adalah membangun dari dalam, dari hati, dari kesadaran kolektif,” ungkap kang Ichep.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya dan kearifan lokal yang telah terbentuk selama ratusan tahun. Kearifan lokal inilah yang menurutnya menjadi pembeda antara Ciamis dengan daerah lain.

Ciamis sendiri dikenal sebagai wilayah yang kaya akan nilai-nilai budaya dan spiritual. Tradisi, kesenian, dan norma sosial yang tumbuh di tengah masyarakat selama lebih dari tiga abad menjadi bukti bahwa Tatar Galuh bukan sekadar nama, tetapi cerminan dari nilai-nilai luhur yang hidup dalam kehidupan warga.

“Pondok Pesantren Darussalam, sebagai bagian dari elemen masyarakat, mengajak seluruh warga untuk menjadikan Hari Jadi Ciamis ini sebagai titik balik menuju perbaikan dan pembangunan yang berakar pada nilai agama dan budaya,” tutur Ang Ichep.

Ucapan selamat pun ia sampaikan, “Atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-383. Semoga semakin maju, mandiri, dan menjadi kabupaten yang mampu berdiri dengan kekuatan sendiri, tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya.

BACA JUGA: Desa Bangunharja Jalin Kerjasama Strategis dengan APP P3UKDK

Hari Jadi Kabupaten Ciamis tahun ini memang membawa pesan yang lebih dalam. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, menjaga nilai-nilai lokal dan memperkuat identitas menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, introspeksi menjadi hal yang penting agar pembangunan tidak melupakan akar budaya dan spiritualitas masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan dan rasa cinta terhadap daerah, Ciamis diharapkan terus tumbuh sebagai kabupaten yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, melainkan juga pada pembangunan karakter dan nilai.

Karena sebagaimana kata pepatah Sunda: “Hirup ulah ngan saukur ngagulkeun awak, tapi kudu ngajugjugkeun harkat tur martabat lembur.” (Hidup jangan hanya membanggakan diri sendiri, tapi harus mengangkat harkat dan martabat kampung halaman). (Yana, infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan