Hartono Soekwanto Menyusuri Kolam Koi di Cidadap

infopriangan.com, BERITA BANDUNG. Sore itu, di kawasan Cidadap, Kota Bandung, seorang pria paruh baya tampak menyusuri kolam berbentuk huruf ‘L’. Dengan kemeja putih dan celana pendek, tangannya menggenggam pakan ikan yang ia lemparkan ke arah puluhan Koi yang menanti. Dialah Hartono Soekwanto, sosok yang namanya harum di kalangan penghobi hingga petani Koi dunia.

“2008 itu saya beli rumah. Rumah itu ada kolam kosong, terus saya oprek-oprek. Saya beli ikan yang Rp150.000-an di pasar,” kata Hartono mengawali ceritanya pada Kamis (17/7/2025). Dari kolam tak terpakai itu, lahir petualangan panjang yang menuntunnya menjadi Grand Champion Nishikigoi of the World 2013 di Jepang dengan ikan Kohaku bernama Mu-Lan Legend.

Perjalanannya tak selalu mulus. Rekan-rekannya sempat meremehkan pilihannya memelihara Koi lokal. “Ini kolam bagus pakai cor segala macam, tapi isinya Koi lokal,” kenang Hartono menirukan ucapan temannya.

Hinaan itu justru jadi cambuk. Ia terbang ke Jepang, belajar langsung selama dua tahun delapan bulan.

“Saya orang tercepat di dunia, dari belajar nama Koi sampai juara dunia,” ujarnya sembari tersenyum.

Hartono menekankan bahwa memelihara Koi bukan perkara mudah. Ikan ini sangat sensitif terhadap suhu dan lingkungan.

“Dia nyaman di suhu air 24–28 derajat. Kalau terlalu dingin atau panas, dia muram. Tapi Bandung sudah cocok, enggak perlu pakai chiller,” jelasnya.

Baginya, kunci sukses dalam hobi ini adalah konsistensi dan rasa senang. “Yang penting menikmati. Kita happy, ikannya happy, ya sudah,” katanya.

Hartono mengajak para pemula untuk tidak meniru sepenuhnya cara Jepang. “Lakukan cara Indonesia. Jangan ngikutin Jepang. Yang penting hasilnya sama.”

Kini, meski sudah menjadi juara dunia, Hartono tak berhenti di puncak. Ia memilih untuk membantu petani Koi di berbagai daerah. Ratusan petani di Jawa Barat hingga Jawa Timur sudah ia bantu dengan memberikan indukan gratis.

“Saya enggak pernah jual. Saya ngasih indukan supaya teman-teman punya bloodline bagus. Biar dunia bisa hargai Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA: Pesta Rakyat Pernikahan Maula Karlina Tewaskan Tiga Orang

Usahanya membuahkan hasil. Dalam lima tahun terakhir, petani Koi dari Jepang tak lagi mendominasi perlombaan di Indonesia. Bahkan tahun ini, petani dari Kediri menjuarai kontes nasional di Jakarta. Lebih membanggakan lagi, kini petani lokal sudah mampu membesarkan Koi hingga ukuran satu meter.

“Sekarang waktunya bantu petani kejar ukuran lebih panjang. Kita lakukan breeding yang semeteran,” pungkasnya.

Hartono Soekwanto bukan hanya peternak, tapi pejuang harga diri bangsa lewat ikan Koi. Ia membuktikan bahwa dari kolam kecil di halaman rumah, Indonesia bisa menggemparkan dunia. (Redaksi/ingopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan