Hujan Deras Picu TPT Jembatan Singa Miring Kritis
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Bangunharja, Kecamatan Banjar, pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, menyebabkan kerusakan serius pada Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar Sungai Cihonje. Struktur yang merupakan bagian dari sayap Jembatan Singa Miring itu kini dilaporkan dalam kondisi kritis dan terancam ambruk.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Air yang meluap dan tekanan tanah yang meningkat diduga menjadi penyebab utama melemahnya struktur TPT di sisi kiri dan kanan jembatan. Warga setempat mulai menyadari kerusakan setelah melihat adanya pergeseran tanah serta bagian tembok dan bronjong yang mulai runtuh.
Kepala Desa Bangunharja, Carikin, mengatakan bahwa kondisi TPT saat ini sangat mengkhawatirkan. Ia menjelaskan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi sudah merata di kedua sisi sayap jembatan yang berfungsi menahan tebing di aliran Sungai Cihonje.
“Kondisi hari ini di sebelah kiri dan kanan sudah terlihat akan terus ambruk, baik itu tembok maupun bronjong,” ujar Carikin dalam keterangannya. Jumat, (3/4/2026).
Menurutnya, jika tidak segera dilakukan penanganan, kerusakan tersebut berpotensi meluas dan mengancam keberadaan jembatan sebagai akses vital masyarakat. Ia menambahkan, jembatan tersebut merupakan jalur penting penghubung antarwilayah yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas.
Carikin juga menyampaikan harapannya kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar segera turun tangan melakukan penanganan. Ia menilai, langkah cepat sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak yang lebih besar, terlebih jika hujan deras kembali terjadi dalam waktu dekat.
“Kami berharap BBWS bisa segera menangani TPT ini. Kalau dibiarkan, kerusakan akan semakin parah dan bisa berdampak ke badan jembatan,” katanya.
Selain itu, Carikin menekankan bahwa perbaikan yang dilakukan nantinya harus menggunakan konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama. Warga menginginkan agar pembangunan ulang TPT tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar mampu menahan tekanan air dan pergerakan tanah di kawasan tersebut.
“Ke depan, kami berharap pembangunan TPT ini dibuat lebih kokoh dan tahan lama agar tidak mudah rusak lagi,” tambahnya.
BACA JUGA: Longsor dan Bendungan Jebol Terjang Bangunharja
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, warga di sekitar lokasi diminta untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi yang berpotensi memperparah kondisi tebing dan struktur penahan tanah.
Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat sekaligus kajian teknis. Evaluasi terhadap kondisi infrastruktur serupa di wilayah rawan longsor juga dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang. (Agus)








