Hujan Deras Robohkan Rumah Lansia di Desa Jelat
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada akhir pekan lalu tidak hanya menyebabkan genangan, dan longsor tetapi juga memicu bencana yang menimpa warga lanjut usia di Dusun Ragapulu, Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg. Sebuah rumah milik pasangan lansia, Imun (74) dan Yanah (70), mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon besar yang roboh akibat kondisi cuaca ekstrem.
Menurut informasi warga, hujan turun sejak sore dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang. Beberapa warga sempat memperkirakan adanya risiko pohon tumbang karena tanah di sekitar permukiman sudah tampak gembur.
“Kami mendengar suara ‘bruk’ sangat keras. Setelah dicek, ternyata rumah Pak Imun sudah tertimpa pohon besar,” ujar salah satu warga yang pertama kali tiba di lokasi kejadian. Minggu, (16/11/2025).
Rumah tersebut dihuni dua orang lansia yang sehari-hari hanya mengandalkan kondisi rumah seadanya. Bagian atap, ruang tengah, dan sebagian dinding roboh tertimpa batang pohon. Warga yang panik segera bergotong royong mengevakuasi pasangan tersebut.
“Kami langsung bantu keluarkan Pak Imun dan Bu Yanah. Untung mereka tidak terluka,” kata warga lainnya.
Pasca kejadian, warga juga membantu menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dipindahkan. Beberapa perabot rumah tangga mengalami kerusakan, namun sebagian kecil masih dapat diselamatkan. Hingga saat ini, Imun dan istrinya masih bertahan tinggal di rumah yang sudah tidak layak, karena mereka mengaku tidak memiliki alternatif tempat tinggal.
Situasi memprihatinkan ini kemudian menggugah perhatian Asep Rahmat, anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ia mengungkapkan bahwa dirinya sengaja datang karena mendengar kondisi rumah korban sudah sangat parah.
“Saya terketuk hati. Begitu mendapat informasi, saya langsung ke sini untuk melihat keadaan Pak Imun secara langsung,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Melihat keadaan rumah yang nyaris roboh total, Asep menilai bantuan harus segera diberikan. Dalam kunjungannya, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban.
Asep menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan solusi penuh, namun diharapkan dapat membantu perbaikan awal.
“Kalau bicara biaya membangun rumah, tentu jumlahnya sangat besar. Tapi sedikitnya bantuan ini bisa meringankan dan menjadi langkah awal,” katanya.
Selain memberikan bantuan, Asep juga mengimbau agar pemerintah desa dan pemerintah daerah segera turun tangan. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat karena rumah tersebut masih ditempati dan kondisinya sangat berisiko.
“Saya berharap pemerintah setempat ikut membantu agar Pak Imun tidak lagi tinggal di tempat yang bisa membahayakan jiwa,” tegasnya.
BACA JUGA: Inauguration & Upgrading Pramuka Garuda Ciamis 2025 Resmi Digelar
Sementara itu, Kepala Desa Jelat Arga belum dapat memberikan keterangan lengkap terkait penyebab tumbangnya pohon maupun nilai kerusakan rumah. Pemerintah desa masih melakukan pendataan dan menunggu laporan resmi. Namun warga menyampaikan bahwa keluarga Imun termasuk keluarga pra-sejahtera yang selama ini hidup sederhana dan sangat bergantung pada uluran bantuan.
Warga berharap pemerintah daerah bergerak cepat melakukan assessment, memberikan bantuan perbaikan rumah, dan memastikan keselamatan pasangan lansia tersebut. Kejadian ini kembali menunjukkan pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan dan perlunya perhatian lebih terhadap warga rentan, terutama lansia yang tinggal di rumah tidak layak huni. (Dena)

