ICMI Tegaskan Strategi SDM dan Teknologi 2045 Maju
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggelar Ceramah Umum yang dihadiri sejumlah tokoh nasional lintas disiplin. Agenda ini menjadi ruang refleksi strategis bagi ICMI untuk menegaskan kembali peran intelektual Muslim dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Panitia menyebut bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk evaluasi arah gerak organisasi sekaligus konsolidasi pemikiran di tengah dinamika sosial, politik, dan teknologi yang terus berubah.
Dalam pemaparannya, Dr. Ing. Ilham Habibie menekankan bahwa kemandirian industri dan teknologi nasional merupakan syarat penting bagi Indonesia jika ingin berdiri sebagai negara maju. Ia menjelaskan bahwa bangsa yang bergantung pada teknologi asing tidak akan mampu bersaing dalam jangka panjang.
“Indonesia harus membangun teknologinya sendiri, termasuk kecerdasan buatan. Jika kita ingin menjadi negara besar, maka kita tidak boleh bergantung pada negara lain,” ujarnya. Minggu, (07/12/2025).
Ilham juga mengingatkan bahwa kecintaan terhadap ilmu pengetahuan adalah fondasi utama bagi bangsa yang ingin melakukan lompatan besar di era global.
Guru besar hukum tata negara, Prof. Jimly Asshiddiqie, memberikan refleksi mengenai perjalanan ICMI sejak masa Orde Baru. Ia mengatakan bahwa ICMI dibentuk melalui perjuangan panjang untuk mendorong kemajuan umat dan bangsa. Menurut Jimly, organisasi ini harus tetap mempertahankan semangat inklusivitas agar tidak terjebak pada segmentasi kelompok tertentu. “ICMI hadir bukan untuk menjauh, tetapi untuk merangkul,” kata Jimly.
Jimly juga menekankan bahwa konsistensi antara kata dan perbuatan penting dijaga agar peran intelektual Muslim tetap relevan dalam pembangunan peradaban.
Ketua Umum ICMI sekaligus Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045. Ia mengutip QS. Al-Jumu’ah ayat 2 untuk menjelaskan prinsip pembersihan hati sebelum menyampaikan ilmu.
Arif juga menegaskan bahwa Ulul Albab adalah sosok yang menjadikan ilmu sebagai cahaya yang memandu tindakan. Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep Desa Bijak, yakni strategi pembangunan yang dimulai dari desa melalui penguatan literasi, teknologi, dan karakter masyarakat.
“ICMI harus kembali ke desa, karena pembangunan bangsa dimulai dari akar rumput. ICMI harus menjadi kompas menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, mengingatkan bahwa revolusi teknologi telah mengubah struktur ekonomi dan kehidupan sosial. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hati manusia tetap tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.
Sultan juga mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan SDM yang jujur, kuat, dan memiliki integritas. Ia juga menyoroti pentingnya energi pangan dan arah pembangunan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, ia mendorong penguatan konsep Green Democracy, yaitu pembangunan berbasis keberlanjutan yang digerakkan oleh SDM berkualitas.
“Kita membutuhkan SDM yang cepat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Di tingkat daerah, Ketua ICMI Orda Ciamis, Dr. H. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.B.A., M.Ag., CWC (Ang Icep), menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran nyata ICMI dalam masyarakat.
BACA JUGA: Kolotik Jadi Identitas Budaya Khas Ciamis Hari Ini
Fadlil juga menyatakan bahwa ICMI Ciamis siap mendorong penguatan SDM, literasi teknologi, dan pemberdayaan desa.
“ICMI harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Dengan berbagai gagasan strategis ini, ICMI kembali menegaskan posisinya sebagai motor intelektual bagi arah kemajuan bangsa. (Eddy)

