Ilmu, Fondasi Utama Harmonisnya Rumah Tangga
infopriangan.com, BERITA GARUT. Ustadz Adi Supriadi menegaskan bahwa keharmonisan rumah tangga hanya bisa terwujud jika didasari ilmu. Dalam ceramah rutinnya di Masjid Al-Nur, Kampung Tegalsari, Desa Langensari, Kecamatan Tarogong Kaler. Adi menjelaskan bahwa ilmu adalah pondasi utama dalam kehidupan, termasuk dalam hubungan suami istri.
Menurutnya, banyak rumah tangga yang retak bukan karena kurangnya harta, tetapi karena minimnya ilmu dalam mengelola hubungan.
“Semua segmen kehidupan bisa berjalan baik karena ilmu, begitu juga rumah tangga. Jika tidak didasari ilmu, mustahil semuanya akan berjalan dengan baik,” ujarnya di hadapan para jemaah.
Ustadz Adi yang dikenal sebagai sesepuh di masjid tersebut menyoroti bagaimana pasangan suami istri sering kali terjebak dalam konflik berkepanjangan hanya karena kurangnya pemahaman tentang peran dan tanggung jawab masing-masing. Ia mengingatkan bahwa dalam rumah tangga, suami memiliki kewajiban sebagai pemimpin, sementara istri adalah pendamping yang harus dihormati.
“Suami bukan sekadar pencari nafkah, tetapi juga pemimpin yang bertanggung jawab membimbing keluarganya menuju kebaikan. Begitu pula istri, bukan hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan,” tegasnya.
Namun, kata Ustadz Adi, kenyataannya banyak pasangan suami istri yang menjalani rumah tangga hanya berdasarkan perasaan tanpa memahami hakikat pernikahan. Akibatnya, ketika muncul perbedaan pendapat, mereka mudah terpancing emosi dan mengambil keputusan yang merugikan.
Adi juga mencontohkan bagaimana sebagian pasangan suami istri lebih memilih mencari solusi dari media sosial atau nasihat teman yang belum tentu benar, dibandingkan mencari bimbingan dari orang yang berilmu.
“Jangan jadikan media sosial sebagai tempat mencari solusi rumah tangga. Kembalilah kepada ilmu, karena ilmu lah yang akan menyelamatkan,” katanya.
Ustadz Adi juga menekankan pentingnya ilmu agama dalam membentuk karakter suami istri. Menurutnya, pasangan yang memahami ajaran agama akan lebih mampu mengendalikan emosi dan mengambil keputusan dengan bijak.
“Kalau kita tahu ilmunya, kita akan lebih sabar dalam menghadapi ujian rumah tangga. Kita tidak akan mudah menyerah atau menyalahkan pasangan,” jelasnya.
BACA JUGA: GRIB Jaya Baregbeg Perkuat Solidaritas Jelang Ramadan
Ia pun mengajak para jemaah untuk tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat. Ia menyarankan agar mereka lebih sering menghadiri pengajian atau bergabung dalam majelis taklim agar pemahaman mereka tentang kehidupan semakin luas.
“Jangan habiskan waktu dengan hal-hal yang sia-sia. Gunakan waktu untuk menambah ilmu, karena ilmu yang akan membimbing kita dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.
Di akhir ceramahnya, Ustadz Adi kembali mengingatkan bahwa kunci utama dalam rumah tangga bukanlah materi atau sekadar perasaan cinta, tetapi pemahaman yang benar tentang peran dan tanggung jawab masing-masing. Dengan ilmu, suami istri akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan tanpa harus mengorbankan kebahagiaan rumah tangga. (Yayat/infopriangan.com)








