Pasien Corona Sembuh di Hari Jadi Kota Tasikmalaya

infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Dengan kerja keras tim gugus tugas penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya, sekaligus di Hari Jadi ke 19 Kota Tasikmalaya sejumlah 58 orang pasien Corona sembuh dalam 14 hari atau 62 Persen.

Sebelumnya pejuang kesehatan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sebanyak 25 orang yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, dokter umum, perawat sampai bidan mulai menjadi korban corona.

Meski anggaran sedikit, tenaga medis mulai berkurang karena terkonfirmasi positif corona, tak membuat daerah berjuluk kota santri ini gentar melawan wabah mematikan tersebut. Sabtu, (17/10/20).

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, Peperangan melawan masifnya penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia memang dibutuhkan anggaran tak sedikit, apalagi tenaga medis harus yang mumpuni.

“Kami sekuat tenaga meski anggaran sedikit mencari berbagai langkah dan solusi. Kami buktikan dengan hampir dua pekan, 58 pasien sembuh atau 62 persen sebagai kado terindah hari jadi ke-19 Kota Tasikmalaya,” ucapnya.

Budi menambahkan kiatnya harus bisa menguasai medan dan kultur wilayah termasuk cara berkomunikasi dengan masyarakat, termasuk menginformasikan semua langkah penting dalam menangani Covid-19 bersama-sama antara pemerintah dan warganya.

“Percuma juga anggaran banyak, tenaga medis banyak, warganya gak patuh, yang pasti jumlah pasiennya akan banyak juga. Tapi, anggaran besar, tenaga medis banyak, warganya patuh, jumlah pasien pasti sedikit,” tegasnya.

Berkurangnya tenaga medis, membuat pihaknya terpaksa akan merekrut tenaga medis baru untuk penanganan Covid-19 di wilayahnya. Malahan Budi tidak mau ambil risiko kalau tenaga Medis sedikit.

“Jika tenaga medis sedikit sementara ada lagi lonjakan kasus, paling bahaya itu. Makanya, kami akan rekrut tenaga medis tambahan,” ujarnya.

Selain itu, Budi pun akan segera membangun Laboratorium PCR atau tes swab khusus untuk mempercepat hasil para kontak erat pasca-tracing. Budi pun sangat berharap bantuan anggaran penanganan Covid-19 bagi Kota Tasikmalaya cepat diturunkan.

“Pengalaman kami, proses cepat mulai deteksi, tracing, hasil tes swab dan penanganan mampu menekan penyebaran. Jika lambat hasil swab dan tracing justru akan membahayakan semua pihak,” tambahnya.

Beberapa klaster yang muncul di Kota Tasikmalaya, mulai klaster keluarga, pesantren, tenaga kesehatan, sampai tenaga pendidikan, mampu diatasi dan tak sampai menyebar luas secara masif.

“Mudah-mudahan masyarakat sehat semua dan covid cepat berlalu, kasihan masyarakat beban ekonomi masyarakat dimasa pandemi sangat berat,” pungkasnya. (Aa Fauzy/IP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan