Invitasi OLTRAD Meriahkan Baregbeg, 277 Siswa SD Ikut Serta
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana penuh keceriaan tampak di Lapangan Jayaraga, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Selasa (27/05/2025). Ratusan siswa Sekolah Dasar berkumpul dengan semangat mengikuti Invitasi OLTRAD, yaitu kegiatan olahraga tradisional yang digagas oleh para guru olahraga se-Kecamatan Baregbeg.
Kegiatan ini diikuti oleh 277 siswa dari 20 SD yang ada di wilayah Kecamatan Baregbeg. Berbagai jenis permainan tradisional digelar, mulai dari gobak sodor, egrang, bakiak, hadang, hingga dagongan. Sorak sorai para siswa yang bermain dan para guru yang memberi semangat membuat lapangan semakin hidup.
Ketua panitia kegiatan, Adang Permana, mengatakan bahwa OLTRAD merupakan singkatan dari Olahraga Tradisional, yang bertujuan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak sejak dini. Ia menekankan bahwa permainan tradisional bukan hanya menyenangkan, tetapi juga mengandung banyak nilai positif.
“Kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai olahraga tradisional. Ini bukan hanya soal bermain, tapi ada nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan budaya yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini,” ujar Adang di sela kegiatan.
Adang juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran pendidikan jasmani berbasis budaya lokal yang sekaligus menjadi momen silaturahmi antar sekolah.
“Kalau bisa, ini jadi agenda tahunan. Karena selain untuk fisik anak, mereka juga belajar kerja sama dan menghargai budaya sendiri,” katanya.
Para guru dan kepala sekolah yang hadir pun memberikan dukungan penuh. Salah satu guru, Ibu Rina dari SDN 3 Baregbeg, menyebut bahwa anak-anak sangat antusias mengikuti OLTRAD.
“Sejak beberapa hari lalu mereka sudah latihan. Yang paling mereka suka itu bakiak dan gobak sodor,” ungkapnya sambil tersenyum.
Tidak hanya siswa dan guru, warga sekitar juga turut hadir menyaksikan keseruan acara. Orang tua siswa tampak bangga melihat anak-anak mereka bisa bermain sambil belajar nilai-nilai positif dari permainan tradisional. Beberapa bahkan ikut menyemangati anak-anak dari pinggir lapangan.
Menurut panitia, OLTRAD tidak hanya berfungsi sebagai ajang hiburan dan olahraga, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya yang kini mulai terlupakan. Mereka berharap melalui kegiatan seperti ini, permainan tradisional bisa kembali hidup di tengah arus permainan digital yang makin marak.
BACA JUGA: PGRI Harus Tegak di Atas Mekanisme, Bukan Kepentingan Pribadi
“Saat ini anak-anak lebih akrab dengan gawai dan gim online. Padahal, permainan tradisional juga sangat seru dan melatih fisik serta kerja tim. Kami ingin menyeimbangkan itu,” jelas Adang.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dari tiap jenis permainan. Namun lebih dari sekadar kemenangan, semua peserta merasa senang dan bangga bisa berpartisipasi.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya lokal, OLTRAD di Baregbeg sukses digelar dan meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. (Eddy/ infopriangan.com)

