Isak Tangis Warnai Pemakaman Bripka Aditia di Tasik
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suasana duka menyelimuti pemakaman Bripka Aditia Munartomo, anggota Bhabinkamtibmas Desa Nangewer, Polsek Pagerageung, Polres Tasikmalaya Kota. Pemakaman yang berlangsung pada Sabtu, 4 Januari 2025, di Kampung Citeureup, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, dipenuhi isak tangis keluarga, kerabat, dan rekan-rekan sejawat.
Bripka Aditia gugur saat berusaha menyelamatkan Sevina Azahra (14), seorang wisatawan yang hampir tenggelam di Pantai Pangandaran pada Jumat, 3 Januari 2025. Kejadian nahas itu bermula ketika Bripka Aditia bersama keluarganya dan Bripka Wahyu sedang berenang di Pos 4 Pantai Pangandaran. Mereka melihat Sevina terseret ombak dan berusaha menyelamatkannya.
“Beliau langsung berenang bersama Bripka Wahyu untuk menyelamatkan korban. Alhamdulillah, Sevina berhasil diselamatkan, tetapi arus laut terlalu kuat dan menyeret Bripka Aditia lebih jauh,” kata salah satu saksi di lokasi kejadian.
Setelah berhasil dievakuasi, Bripka Aditia dilarikan ke Rumah Sakit Pandega Pangandaran. Namun, nyawanya tak dapat diselamatkan. Kabar duka ini dengan cepat menyebar, membawa kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang mengenal almarhum sebagai sosok yang murah senyum dan berdedikasi tinggi.
Prosesi pemakaman dipimpin langsung oleh Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat. Isak tangis keluarga dan sahabat pecah ketika peti jenazah diturunkan ke liang lahat.
“Almarhum adalah pribadi yang penuh tanggung jawab dan selalu siap membantu siapa pun tanpa pamrih,” ujar AKBP Joko dalam sambutannya di pemakaman.
Kapolres juga menambahkan bahwa pengorbanan Bripka Aditia adalah bentuk nyata pengabdian tanpa batas. “Semangat dan dedikasi beliau akan selalu dikenang oleh keluarga besar Polri, khususnya di Polres Tasikmalaya Kota,” katanya.
Beberapa rekan sejawat juga tampak tak mampu menahan air mata. Salah satu sahabat dekat almarhum, Bripka Wahyu, menceritakan detik-detik terakhir saat mereka berusaha menyelamatkan Sevina.
“Aditia tidak berpikir dua kali ketika melihat ada yang membutuhkan bantuan. Dia langsung berenang meskipun ombak sangat besar,” kata Bripka Wahyu dengan suara bergetar.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanannya, Bripka Aditia mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi Aipda Anumerta Anditia Munartomo. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/13/I/2025.
“Ini adalah bentuk apresiasi atas keberanian dan dedikasi luar biasa beliau. Semoga ini menjadi teladan bagi kita semua,” ujar AKBP Joko.
Di tengah suasana haru, keluarga almarhum menerima penghargaan tersebut dengan penuh rasa bangga dan sedih yang bercampur menjadi satu.
Masyarakat Desa Nangewer mengenang Bripka Aditia sebagai sosok polisi yang ramah, ringan tangan, dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Banyak warga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengungkapkan rasa kehilangan mereka.
“Saya sering melihat beliau berkeliling desa, bertanya kabar warga, dan membantu masalah kecil sekalipun. Kehilangan beliau seperti kehilangan anggota keluarga sendiri,” ujar salah seorang warga Desa Nangewer.
Kapolres Tasikmalaya Kota mengingatkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh personel kepolisian tentang risiko tugas yang mereka emban.
BACA JUGA: Pengendara Motor Luka Serius dalam Kecelakaan
“Kita semua harus lebih waspada, tetapi juga tetap menjaga semangat untuk membantu sesama, seperti yang telah dicontohkan oleh almarhum,” tegasnya.
Pemakaman Bripka Aditia tidak hanya menjadi momen duka, tetapi juga pengingat tentang nilai keberanian, pengabdian, dan kemanusiaan. Sosoknya akan terus hidup dalam kenangan keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat yang pernah merasakan kebaikan hatinya.
“Selamat jalan, pahlawan bangsa. Dedikasimu akan selalu menjadi inspirasi bagi kami semua,” tutup AKBP Joko Sulistiono. (AA Fauzy/infopriangan.com)

