Jalan Desa Kiarapayung Amblas, Akses Warga Terancam Putus
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kondisi jalan desa di Dusun Kiarapayung, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami kerusakan parah akibat gorong-gorong yang amblas. Kerusakan tersebut membuat akses jalan nyaris terputus dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat setempat.
Ketua RT Dusun Kiarapayung, Darta, menyampaikan bahwa amblasnya gorong-gorong tersebut telah menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia menegaskan jalan itu merupakan satu-satunya akses utama yang digunakan masyarakat.
“Jalan ini dipakai warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan keluarga. Kalau sampai putus, aktivitas warga bisa lumpuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan gorong-gorong sebenarnya sudah terjadi cukup lama, namun kondisinya semakin parah setelah wilayah tersebut dilanda banjir pada November tahun lalu. Menurutnya, debit air yang tinggi menyebabkan tanah di sekitar gorong-gorong tergerus hingga memperlebar lubang amblas.
“Awalnya kecil, tapi setelah banjir debit air besar, tanah terus terkikis dan sekarang lubangnya sudah melebar sampai sekitar tiga meter,” kata Darta.
Darta juga mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap potensi kerusakan yang lebih besar apabila tidak segera ditangani. Ia menilai kondisi tersebut sangat membahayakan, terutama bagi kendaraan roda dua dan anak-anak yang sering melintas.
“Kami khawatir kalau dibiarkan, amblasnya bisa makin parah dan membahayakan keselamatan warga,” tuturnya.
Selain faktor alam, Darta menilai kerusakan jalan juga diperparah oleh aktivitas kendaraan berat pengangkut material yang melintas saat proyek pembangunan sebelumnya. Ia mengatakan, sempat ada perbaikan yang dilakukan, namun hasilnya tidak bertahan lama.
“Dulu pernah diperbaiki, tapi kualitasnya kurang baik. Setelah dilewati kendaraan berat, kondisinya justru semakin rusak,” ujarnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, Kepala Desa Puloerang, Rusmana, membenarkan bahwa pihak desa telah mengetahui kondisi jalan tersebut dan tengah berupaya mencari solusi cepat. Ia mengakui keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama dalam penanganan kerusakan.
“Desa saat ini tidak memiliki anggaran khusus, sementara kerusakan harus segera ditangani. Karena itu kami mengambil langkah swadaya,” katanya.
Rusmana menjelaskan bahwa pihak desa telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan sejumlah donatur. Ia menyebut beberapa pengusaha lokal serta anggota DPRD Kabupaten Ciamis telah menyatakan kesediaannya membantu.
“Kami sudah mendapatkan bantuan dari Pak Endang Cahyadi, Anggota DPRD dari Partai NasDem, dan rencananya juga dari Pak Ramli Mahmud dari Partai PAN,” jelasnya.
Rusmana menambahkan, pihak desa telah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta gambar teknis pekerjaan. Perbaikan direncanakan menggunakan konstruksi plat decker agar lebih kuat dan tahan lama.
BACA JUGA: Pemkab Garut Terima 401 SHP, Tertibkan Aset Daerah
“Perkiraan biaya sekitar Rp32 juta. Kami ingin bangunan ini benar-benar kuat supaya tidak terulang lagi,” tegas Rusmana. Senin, (12/01/2026).
Terkait status jalan, Rusmana mengatakan bahwa jalan tersebut hingga kini masih berstatus sebagai jalan desa. Ia mengungkapkan sebelumnya sempat ada rencana pengalihan status menjadi jalan kabupaten, namun hingga kini belum ada kejelasan Surat Keputusan.
“Kami berharap sebenarnya bisa ditangani oleh kabupaten, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” pungkasnya. (Revan, Rizky)

