Jalan Entrong–Kalijaya Gelap, Warga Banjaranyar Resah
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kondisi jalan Entrong-Kalijaya, tepatnya di sepanjang kawasan Ampah Jati di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali dikeluhkan warga. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) membuat para pengendara merasa waswas ketika melintas pada malam hari karena jalan tersebut berubah gelap gulita.
Warga menyebut, kekhawatiran terbesar mereka bukan hanya soal potensi kecelakaan lalu lintas, tetapi juga ancaman kriminalitas seperti aksi pembegalan. Menurut informasi warga, tindakan kejahatan jalanan disebut kerap terjadi di jalur tersebut, terutama pada jam-jam rawan.
Merianti, salah seorang warga Kecamatan Banjaranyar, menegaskan bahwa kondisi gelap total pada malam hari sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Ia menyampaikan bahwa tidak adanya PJU dan minimnya rumah penduduk di sepanjang kawasan kebun jati membuat situasi semakin mencekam bagi pengendara.
“Di samping tidak adanya penerangan jalan umum, di sepanjang kebon jati pun jarang ditemui rumah warga sehingga membuat para pengendara selalu cemas jika lewat di malam hari,” ujar Merianti. Senin, (01/12/2025).
Merianti menjelaskan, kondisi aspal jalan di ruas tersebut sebenarnya sudah cukup baik. Namun, tanpa penerangan jalan, para pengendara tetap berpikir dua kali untuk melakukan aktivitas malam hari, terutama perempuan yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap kejahatan.
“Selain takut terjadi kecelakaan, kebanyakan dari kami juga takut akan tindakan kriminal seperti adanya begal. Hal ini selalu menghantui para pengendara, terutama kaum wanita,” terangnya.
Merianti mengaku termasuk warga yang cukup sering melintasi jalan tersebut, terutama untuk membeli keperluan keluarga pada malam hari. Meski biasanya ditemani anggota keluarga, rasa cemas tetap tidak hilang karena kondisi jalan yang sangat gelap.
“Untuk keperluan rumah saya selalu berbelanja ke wilayah Banjarsari. Selain nekat, saya pun hanya bisa berdoa agar tidak terjadi apa-apa di jalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, warga kini hanya bisa berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini. Pemasangan PJU dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar warga dapat beraktivitas dengan aman, baik siang maupun malam.
“Bukan hanya saya, mungkin warga Banjaranyar lainnya juga menginginkan hal tersebut. Terlebih jalan itu menjadi salah satu akses vital warga dalam melakukan aktivitas,” pungkasnya.
Keluhan serupa sebenarnya telah berulang kali disuarakan masyarakat. Mereka menilai pemerintah belum menunjukkan langkah konkret dalam penanganan minimnya penerangan di jalur tersebut. Padahal, keberadaan jalan yang aman pada malam hari merupakan hak dasar masyarakat dan bagian dari pelayanan publik.
Dengan terus meningkatnya aktivitas warga di malam hari serta adanya potensi ancaman kriminalitas, warga kembali menegaskan pentingnya PJU sebagai kebutuhan mendesak. Mereka berharap pemerintah tidak menunggu adanya korban atau kejadian buruk sebelum memberikan penanganan serius terhadap persoalan ini.
BACA JUGA: Banjarsari Satukan Enam Peringatan Nasional Penting Ini
Warga menilai, pemasangan penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga terkait keselamatan dan keamanan. Situasi gelap gulita dinilai tidak layak dibiarkan berlarut-larut karena menjadi pemicu kecemasan dan menghambat aktivitas masyarakat.
Kini, masyarakat Banjaranyar menunggu respons nyata pemerintah. Jalan Entrong-Kalijaya, sebagai salah satu akses penting penghubung antarwilayah, diharapkan segera mendapatkan fasilitas yang memadai sehingga warga dapat beraktivitas tanpa rasa takut setiap kali malam tiba. (Revan, Rizky)

