Janji MBG Tak Terpenuhi, Siswa Cisompet Kecewa

infopriangan.com, BERITA GARUT. Janji pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, berujung kekecewaan. Program yang diumumkan akan mulai disalurkan pada Senin, 26 Januari 2026, hingga hari itu berakhir tidak juga terealisasi, meski telah diumumkan secara resmi kepada para siswa beberapa hari sebelumnya.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa pengumuman tersebut bukan inisiatif sepihak, melainkan berdasarkan informasi yang mereka terima dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Informasi itu menyebutkan bahwa MBG akan mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah di Desa Cihaurkuning pada tanggal yang telah ditentukan. Atas dasar itulah, sekolah menyampaikan pengumuman kepada siswa agar mereka siap mengikuti program tersebut.

FB_IMG_1768568975967
FB_IMG_1768568975967

Harapan siswa pun terbangun. Selama hampir satu tahun, mereka hanya menjadi penonton program MBG melalui media massa tanpa pernah merasakannya secara langsung. Ketika kabar distribusi akhirnya diumumkan, antusiasme siswa meningkat tajam dan menjadi perbincangan di lingkungan sekolah.

Namun, pada hari yang dijanjikan, tidak satu pun sekolah menerima MBG. Hingga bel pulang berbunyi, makanan yang dinantikan tak kunjung datang. Situasi ini memperlihatkan adanya ketidaksiapan dan lemahnya kepastian distribusi program yang seharusnya menyasar kebutuhan dasar anak sekolah.

Sejumlah siswa mengaku dirugikan oleh kondisi tersebut. Mereka mengatakan sengaja tidak sarapan di rumah karena berharap bisa makan di sekolah. Seorang siswi kelas VI SDN 3 Cihaurkuning mengungkapkan kekecewaannya karena janji tersebut tidak ditepati.

“Saya sengaja tidak sarapan pagi karena akan makan di sekolah. Tapi ternyata tidak jadi,” ujar Tintin.

Siswa lainnya bahkan telah mempersiapkan perlengkapan makan dari rumah. Seorang siswi kelas III mengaku membawa tempat makan dengan harapan bisa membawa pulang sisa makanan.

“Saya bawa misting dari rumah, katanya nanti dapat makan,” kata Syanaz.

Pihak sekolah menegaskan bahwa kejadian ini menempatkan mereka pada posisi sulit. Di satu sisi, sekolah hanya meneruskan informasi yang diterima. Di sisi lain, merekalah yang harus menghadapi kekecewaan dan pertanyaan para siswa. Setelah MBG tidak datang sesuai jadwal, pihak sekolah langsung meminta penjelasan kepada pengelola SPPG.

Pengelola SPPG yang diketahui dikelola oleh Yayasan Yaspinda menyampaikan bahwa distribusi MBG belum dapat dilakukan sesuai rencana awal. Mereka menyebutkan bahwa pendistribusian baru akan dilakukan pada pekan ini, tanpa menyampaikan kepastian waktu.

“Kami akan mendistribusikan MBG pekan ini,” ujar pihak pengelola kepada sekolah.

BACA JUGA: Kapolres Ciamis Tekankan Penguatan Personel Saat Kunjungi Polsek Cisaga

Keterangan tersebut dinilai tidak memberikan kepastian dan menunjukkan lemahnya perencanaan program. Pengumuman yang disampaikan kepada sekolah tanpa kesiapan distribusi berpotensi menimbulkan kebingungan, bahkan berdampak langsung pada kondisi fisik siswa yang menunggu asupan makanan.

Berdasarkan data, di Desa Cihaurkuning terdapat empat Sekolah Dasar, dua SMP, satu MTs, dua SMA, satu Madrasah Aliyah, dan dua pesantren. Hingga akhir Januari 2026, seluruh satuan pendidikan tersebut belum menerima MBG.

Kondisi ini menegaskan perlunya evaluasi serius terhadap koordinasi dan akurasi informasi dalam pelaksanaan program MBG. Program yang menyangkut hak dasar anak sekolah tidak semestinya dijalankan dengan janji tanpa kepastian. Sekolah dan siswa berhak mendapatkan kejelasan, bukan sekadar penundaan tanpa jadwal yang jelas. (Liklik)

Bagikan dengan :
FB_IMG_1768568975967
FB_IMG_1768568975967

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan