Jembatan Bangunharja Terancam Putus Pemda Harus Sigap
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Jembatan penghubung yang melintasi Sungai Cihonje di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, dilaporkan dalam kondisi kritis setelah bagian pondasi penyangga tengahnya ambruk. Infrastruktur yang menghubungkan Dusun Mekar Mulya dan Dusun Desa itu kini terancam putus dan membahayakan keselamatan warga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 2 April 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, derasnya arus sungai diduga menjadi penyebab utama runtuhnya pondasi tengah jembatan sepanjang kurang lebih 37 meter tersebut.
Kepala Desa Bangunharja, Carikin, membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi cukup serius dan tidak dapat ditangani oleh pemerintah desa secara mandiri. Menurutnya, diperlukan intervensi cepat dari pemerintah daerah agar kondisi jembatan tidak semakin parah.
“Dengan ambruknya jembatan ini, kami sangat berharap ada penanganan segera, terutama dari pemerintah daerah. Kami di pemerintah desa tidak memiliki kemampuan untuk menangani kerusakan sebesar ini,” ujar Carikin. Jumat, (03/04/2026).
Carik menjelaskan, jembatan tersebut memiliki fungsi vital bagi masyarakat setempat. Selain menjadi jalur utama penghubung dua dusun, jembatan itu juga digunakan oleh pelajar untuk berangkat ke sekolah serta menjadi akses penting menuju pusat aktivitas warga, termasuk kantor desa.
Carikin menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut tidak bisa digantikan dengan jalur alternatif yang mudah. Warga, kata dia, sangat bergantung pada akses tersebut untuk aktivitas harian, baik untuk pendidikan, ekonomi, maupun layanan pemerintahan.
“Jembatan ini sangat penting, terutama untuk anak-anak sekolah, lalu lintas warga, dan juga akses ke balai desa. Kalau sampai putus, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Sejak kejadian, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jembatan. Bahkan, sebagian warga memilih untuk menghindari penggunaan jembatan demi keselamatan, mengingat kondisi struktur yang sudah tidak stabil.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan langsung dari instansi terkait. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan warga, terlebih jika curah hujan kembali meningkat dan memperparah arus Sungai Cihonje.
Situasi tersebut juga menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana. Minimnya perawatan dan keterbatasan anggaran di tingkat desa kerap menjadi kendala dalam menjaga kondisi fasilitas umum tetap layak pakai.
BACA JUGA: Efisiensi OPD Banjar Disorot, Layanan Publik Terancam
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan langkah konkret, baik berupa penanganan darurat maupun perbaikan permanen. Mereka menilai, keterlambatan penanganan tidak hanya berisiko pada kerusakan yang lebih parah, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur dasar seperti jembatan bukan sekadar sarana penghubung, melainkan urat nadi kehidupan warga yang harus dijaga keberlanjutannya secara serius dan berkelanjutan. (Agus)

