Kadin Ciamis Dukung Program MBG

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Ciamis mengambil langkah konkret untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra penyedia bahan baku dapur.

Ketua Kadin Ciamis, Harry Adam, mengatakan bahwa pihaknya telah memulai pelaksanaan program ini di Kecamatan Baregbeg. Di lokasi tersebut, Kadin menyiapkan dapur MBG sekaligus menunjuk BUMDes Baregbeg Sejahtera sebagai pemasok utama kebutuhan bahan pokok dapur.

IMG-20260217-WA0014

“Jadi kita (Kadin Ciamis) mendukung program Presiden Prabowo tidak hanya dari aspek sosial, tapi juga dari sisi ekonomi. Maka kami menggandeng BUMDes sebagai pemasok kebutuhan bahan baku di dapur,” ujarnya kepada wartawan. Senin, (14/04/2025).

Harry menegaskan bahwa kerja sama ini bukan berarti menutup peluang bagi pihak lain seperti petani, peternak, UMKM, atau distributor swasta untuk terlibat. Namun, keterlibatan BUMDes dipilih karena dinilai mampu memperkuat ekonomi desa secara langsung.

Menurutnya, keberpihakan pada BUMDes merupakan bagian dari strategi untuk membangun ekosistem ekonomi yang kolaboratif dan inklusif. Ia menyebut, jika program MBG hanya dijalankan sebagai kegiatan distribusi makanan gratis, maka dampaknya tidak akan maksimal.

“Kita ingin kebermanfaatan secara ekonomi. Karena kita melihat harus ada kolaboratif dan inklusif, maka kita menggandeng BUMDes setempat yakni BUMDes Baregbeg Sejahtera,” tuturnya.

Harry juga berharap, inisiatif Kadin Ciamis ini dapat menjadi pemicu lahirnya sistem serupa di daerah lain. Ia mengatakan, dapur MBG harus dipandang tidak hanya sebagai tempat memasak dan membagikan makanan, tapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.

“Kita juga ingin mentrigger dapur-dapur yang lain untuk bisa merefleksikan sistem yang kita jalankan. Jadi program Makan Bergizi Gratis bukan hanya meningkatkan gizi, tapi bagaimana menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, saat ini terdapat sekitar 146 ribu penerima manfaat program MBG. Jumlah tersebut mencakup siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Namun, Harry mengungkapkan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kebutuhan riil di lapangan.

“Menurut Dinas Pendidikan, dibutuhkan 46 dapur untuk menjangkau semua penerima manfaat yang terdaftar. Tapi menurut data dari DKPMP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian), potensi kebutuhan dapur bisa mencapai 102 unit, karena banyak penerima manfaat yang belum terdaftar,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerima program MBG bukan hanya dari kalangan siswa sekolah, tetapi juga mencakup balita dan ibu hamil. Oleh karena itu, cakupan program ini dinilai sangat luas dan menuntut kesiapan logistik yang matang.

“Penerima manfaatnya bukan hanya siswa-siswa sekolah, tapi juga balita dan ibu hamil yang akan dikirim dari dapur kami,” ucapnya.

BACA JUGA: Sekda Ciamis: Pendidikan Adalah Hak, Bukan Pilihan

Kerja sama antara Kadin dan BUMDes ini juga dianggap sebagai model sinergi antara sektor swasta dan desa yang patut dicontoh. Selain menyukseskan program nasional, sinergi ini berpotensi menciptakan pasar baru bagi produk pertanian, peternakan, dan UMKM lokal.

Melalui pendekatan ini, Kadin Ciamis berharap Program MBG tidak hanya menjadi program populis sesaat, tapi benar-benar berdampak terhadap ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, dan perputaran ekonomi desa.

“Kita ingin semua dapur MBG bisa menjadi pusat produksi yang memanfaatkan bahan lokal, memberdayakan masyarakat sekitar, dan memastikan dampaknya terasa langsung oleh warga,” tutup Harry. (Eddy/infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan