Kadus Sukaharja Bongkar Masalah Internal Pemdes Petir Hilir

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kepala Dusun (Kadus) Sukaharja, Idon Herdiana, S.IP, akhirnya buka suara soal kondisi pemerintahan Desa Petir Hilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, yang dinilainya tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Ia menilai, roda pemerintahan desa kini seperti kehilangan arah, karena lemahnya komunikasi antarperangkat dan tidak berfungsinya sejumlah unsur pemerintahan.

Dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025), Idon menegaskan bahwa alasan dirinya jarang melakukan absensi di kantor desa bukan karena lalai terhadap tugas, tetapi karena merasa tidak memiliki ruang untuk berperan sebagaimana mestinya. Ia mengaku tidak pernah mendapat informasi, arahan, maupun pembagian tugas yang jelas dari pihak desa.

“Saya tidak pernah mendapatkan informasi apa pun walau datang ke kantor desa. Saya merasa percuma hadir jika tidak ada koordinasi yang jelas,” ujarnya.

Bahkan, Idon mengungkapkan bahwa salah satu perangkat desa sampai memblokir nomor teleponnya. Menurutnya, tindakan itu mencerminkan lemahnya etika komunikasi dalam pemerintahan yang seharusnya menjunjung keterbukaan dan kerja sama.

Idon juga menyoroti buruknya hubungan kerja antara dirinya dan Kepala Desa. Selama ini, kata Idon, tidak pernah ada komunikasi, koordinasi, atau bahkan tegur sapa dari Kepala Desa terhadap dirinya.

“Jangankan tegur sapa, komunikasi saja tidak pernah ada. Seolah saya tidak dianggap sebagai bagian dari pemerintahan desa,” tegasnya.

Lebih jauh, Idon menilai, pola kerja di Desa Petir Hilir sudah jauh dari prinsip partisipatif. Ia menyebut, dalam berbagai kegiatan pembangunan seperti pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan jalan desa, dirinya tidak pernah dilibatkan sama sekali.

Idon juga mengatakan tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan apa pun bahkan seluruh pekerjaan dikerjakan langsung oleh Kepala Desa, termasuk pembelian material.

Lanjut Idon, kondisi pemerintahan Desa Petir Hilir kini memprihatinkan. Banyak perangkat yang seolah tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Ketika ia mencoba mencari informasi tentang administrasi atau kegiatan, jawaban yang diterima justru sering kali tidak jelas.

“Saya sangat tahu bagaimana keadaan pemerintahan sekarang. Banyak perangkat seperti tidak difungsikan. Bahkan ketika saya tanya ke Sekdes, jawabannya sering kali ‘kurang tahu’,” katanya dengan nada heran.

Idon juga menyinggung adanya tumpang tindih kewenangan di lapangan. Beberapa kegiatan, menurutnya, dikerjakan oleh pihak yang tidak memiliki otoritas resmi.

“Banyak pekerjaan di wilayah yang diserobot oleh orang yang tidak punya kewenangan. Akibatnya, muncul persoalan baru dan masyarakat jadi bingung,” tambahnya.

Idon menegaskan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Ia berharap pihak Kecamatan Baregbeg dan instansi pengawas desa segera turun tangan untuk menilai dan memperbaiki sistem kerja pemerintahan di Desa Petir Hilir.

BACA JUGA: Mahasiswa STAIMA Bahas Program Makanan Bergizi Gratis

“Saya berbicara bukan untuk menimbulkan kegaduhan, tapi karena saya punya tanggung jawab moral. Pemerintahan desa harus berjalan sesuai aturan dan menghormati struktur yang ada,” tegasnya.

Idon menutup keterangannya dengan pesan agar semua perangkat desa kembali pada prinsip dasar pelayanan publik: transparan, komunikatif, dan bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat.

“Desa tidak akan maju kalau dijalankan dengan ego. Pemerintahan harus terbuka dan saling menghormati,” pungkasnya. (Eddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan