Kampung Lebak Jaga Tradisi Bersih Tempat Ibadah

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Menjelang bulan suci Ramadan, Kampung Lebak yang dikenal sebagai Kampung Kerukunan kembali menggelar aksi bersih-bersih tempat ibadah. Tradisi tahunan yang kini memasuki tahun keempat ini menjadi wujud nyata toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, perwakilan etnis, hingga komunitas sosial seperti Dharma Wanita dan alumni Menwa. Mereka bekerja bersama membersihkan tempat ibadah tanpa melihat perbedaan keyakinan.

IMG-20260217-WA0014

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama, Wiji Subekti, menyatakan bahwa aksi ini menjadi bagian dari persiapan peluncuran Kampung Lebak sebagai Kampung Kerukunan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah perbedaan yang ada.

“Kami ingin tradisi ini terus berjalan setiap tahun. Kampung Lebak adalah Kampung Kerukunan, tempat semua orang bisa hidup berdampingan dengan damai. Tahun ini, lebih dari 25 tokoh agama dan etnis ikut serta, bahkan banyak yang datang tanpa undangan, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan benar-benar tumbuh di sini,” ujarnya. Rabu, (26/02/2025).

Aksi bersih-bersih dimulai dari Masjid, dilanjutkan ke Gereja Santo Yohanes, kemudian ke Klenteng Hok Tek Bio, sebelum diakhiri dengan makan bersama di sepanjang jalan Kampung Lebak. Kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan persaudaraan antarwarga.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Sumadi, menilai kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar aksi sosial. Ia menekankan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan lintas agama.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih. Ini adalah simbol harmoni, baik secara horizontal antar sesama manusia maupun secara vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Selain aksi bersih-bersih, sebelumnya Kampung Lebak juga telah menyelenggarakan Festival Budaya yang menampilkan keberagaman budaya Islam, Tionghoa, dan budaya khas Ciamis. Festival ini bertujuan menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan dalam suasana kebersamaan.

BACA JUGA: Ibu Rumah Tangga Gelapkan Dana, Polisi Bertindak

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ciamis turut mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat toleransi dan kerukunan umat beragama. Kampung Lebak diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keharmonisan sosial.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat berharap nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong terus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Bersih batin, bersih lingkungan. Itulah makna sejati Kampung Kerukunan,” tutup Sumadi. (Rini, Imas/inforiangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan