Kapolres Tasikmalaya Kota Gelar Bakti Sosial

infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar kegiatan bakti sosial (baksos). Kali ini, bantuan disalurkan kepada anak-anak yatim piatu di Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Hifdhul Mursalin, Jalan Pamijahan, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (10/2/2025) siang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial yang rutin dilakukan oleh Polres Tasikmalaya Kota untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang diberikan berupa air mineral, telur, beras, dan mi instan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, melalui Kasie Propam Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Yudi, menegaskan bahwa kegiatan sosial ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kepedulian kepolisian terhadap kondisi masyarakat.

Menurut Iptu Yudi, kegiatan baksos ini merupakan bagian dari upaya Polres Tasikmalaya Kota untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

“Kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui program sosial ini, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan memang tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan sosial yang ada, tetapi diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka yang membutuhkan.

“Tadi, Pak Kapolres kembali menyalurkan bantuan berupa air mineral, telur, beras, dan mi instan kepada anak-anak yatim piatu,” tambahnya.

Selain memberikan bantuan, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam beberapa tahun terakhir, kepolisian berusaha membangun citra yang lebih humanis. Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan bakti sosial seperti ini menjadi salah satu cara kepolisian menunjukkan bahwa mereka tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan.

Namun, di tengah upaya ini, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Masih banyak masyarakat yang merasakan ketidakadilan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam akses terhadap bantuan sosial.

Kegiatan seperti ini tentu perlu diapresiasi, tetapi pertanyaannya adalah, sejauh mana kepolisian bisa memastikan bahwa bantuan sosial ini benar-benar merata dan berkelanjutan?

Salah satu kritik yang sering muncul terhadap program bantuan sosial adalah sifatnya yang sementara. Masyarakat memang membutuhkan bantuan langsung seperti beras dan mie instan, tetapi yang lebih dibutuhkan adalah solusi jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan.

Baksos yang dilakukan kepolisian merupakan langkah baik, tetapi apakah ada rencana tindak lanjut? Misalnya, program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga yatim piatu atau kerja sama dengan instansi lain untuk memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi mereka.

Iptu Yudi sendiri menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan, dan kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan,” katanya.

BACA JUGA: Klarifikasi PTPN Batulawang Soal Unjuk Rasa Petani di Banjar

Harapan besar tentu ada agar program ini bisa lebih dari sekadar aksi seremonial. Masyarakat butuh kepolisian yang tidak hanya hadir saat memberikan bantuan, tetapi juga dalam membangun sistem yang lebih adil dan merata.

Pada akhirnya, kegiatan baksos ini adalah langkah kecil dalam membangun hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan bahwa kepedulian ini bukan hanya dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga dalam kebijakan yang lebih berdampak jangka panjang. (AA Fauzy/infopriangan com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan