Kar’an dan Tati Hidup Waswas di Rumah Nyaris Roboh
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Setiap kali langit mendung, Kar’an dan istrinya, Tati, hanya bisa menatap cemas ke arah atap rumah mereka yang bolong di sana-sini dan terancam roboh. Pasangan lansia yang tinggal di Dusun Cibeureum, RT 04 RW 02, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar itu menempati rumah yang nyaris roboh dan tidak layak huni. Dindingnya sudah rapuh, genteng banyak yang rontok, sementara kayu penyangga atap lapuk dimakan usia.
Saat hujan turun, hampir seluruh bagian rumah basah kuyup. Air menetes dari berbagai sudut, dan lantai tanah berubah menjadi lumpur. Meski begitu, Kar’an dan Tati tetap bertahan. Mereka tidak punya cukup uang untuk memperbaiki rumah yang sudah lama menjadi saksi perjuangan hidup mereka.
“Kami hanya bisa pasrah, semoga ada yang peduli,” ujar Kar’an lirih, sambil tersenyum menahan haru.
Melihat kondisi tersebut, organisasi sosial Jabar Bergerak Kota Banjar tidak tinggal diam. Ketua Jabar Bergerak, Ari Faturohman, bersama timnya turun langsung ke lokasi untuk memastikan kabar tentang rumah Kar’an yang hampir ambruk. Setelah melihat langsung, Ari menyebut bahwa kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan dan tidak layak ditinggali.
“Kami tergerak karena ini soal kemanusiaan. Tidak seharusnya ada warga lanjut usia yang tinggal dalam kondisi seperti ini,” ucap Ari dengan penuh empati.
Ari juga menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Baznas Kota Banjar untuk mencari solusi bantuan, namun karena dana yang dibutuhkan cukup besar, pihaknya juga membuka donasi publik.
BACA JUGA: Spanduk Tolak Miras dan Hiburan Ilegal di Pangandaran
Melalui aksi ini, Jabar Bergerak mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi membantu pasangan lansia tersebut.
“Kami mengundang para dermawan, warga Banjar, dan siapa pun yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama mewujudkan rumah layak bagi Kar’an dan Tati. Ini saatnya kita buktikan bahwa semangat gotong royong masih hidup,” kata Ari.
Jabar Bergerak pun menyediakan kanal donasi yang diumumkan melalui media sosial resmi organisasi. Selain bantuan uang, beberapa warga juga mulai menyalurkan material bangunan dan kebutuhan pokok.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban Kar’an dan Tati, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial harus terus tumbuh di masyarakat. Dengan kebersamaan, rumah sederhana pasangan lansia itu diharapkan bisa kembali berdiri kokoh menjadi tempat tinggal yang aman dan penuh kehangatan di masa tua mereka. (Johan)

