Kejari Kota Banjar Musnahkan Sejumlah Barang Bukti

infopriangan.com. BERITA CIAMIS. Kejaksaan Negeri Kota Banjar musnahkan sejumlah barang bukti hasil 25 perkara yang telah tuntas. Pemusnahan barang bukti ini dilakukan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Banjar, Jalan Gerilya No.1 Pamongkoran, Banjar, Kota Banjar Jawa Barat. Kamis, (17/03/2022). 

Dalam pemusnahan barang bukti ini dibagi dalam tiga jenis, yang pertama dibakar, di leburkan dengan air dan yang ke tiga dengan mesin pemotong. 

Pelaksanaan pemusnahan barang bukti ini dilakukan langsung oleh pihak Kepala Kejaksaan Negeri Banjar Ade Hermawan S.H., M.H. Dihadiri Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih S.I.K,. M.Si. dan Kepala Kemenag Kota Banjar. 

 

“Perkara tersebut diantaranya tentang tindak pidana obat-obatan psikotropika, penganiayaan hingga pencabulan. Ratusan butir obat-obatan psikotropika beserta barang bukti lainnya. Kami musnahkan hari ini, Itu semua hasil dari 25 perkara hasil dari sekitar enam bulan kebelakang” ucapnya.

Perkara paling tinggi adalah pencurian, yang kedua itu penipuan dan yang ketiga itu obat penenang. Kedepan kami berharap Kota Banjar kasus tindak pidananya bisa menurun dan menjadi daerah yang semakin kondusif sehingga Perekonomian akan bagus serta aktivititas masyarakatpun akan tenang.

“Sebagai perbandingan pada Tahun 2021 total ada sekitar 95 lebih perkara yang ditangani Kejaksaan Negeri Banjar. Semoga di Tahun ini tindak pidana di Kota Banjar semakin menurun,” ucapnya.

Ditempat yang sama Kapolres Banjar mengatakan 25 perkara yang awalnya ditangani oleh Polres Banjar dan telah tuntas dalam proses penangananya sehingga hari ini dimusnahkanya barang bukti. 

BACA JUGA: Musrenbang RKPD Tahun 2023 Pemkab Ciamis

“Proses ini merupakan proses yang berkesinambungan, barang bukti yang dimusnahkan dari kasus pencurian, pencabulan dan narkoba, dan kasus pencabulan dilatar belakangi oleh sosial, sikap psikis yang bermasalah,” jelasnya.

Untuk itu Sosialisasi Polres dan pemerintahan Kota Banjar dengan menggandeng P2K, patayat NU, Muhammadiyah, sosialisasi terhadap masyarakat supaya wawasan masyarakat Banjar terutama wanita lebih berperan aktif dalam memperjuangkan peranya. “Bukan memperjuangkan kesetaraan dan hal ini bisa dilakukan didalam keluarganya dahulu,” pungkasnya. (Yayat/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan