Kelalaian Tungku Picu Kebakaran Rumah di Talagasari Ciamis

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Telah terjadi kebakaran rumah di Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, pada Rabu malam. Petugas menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB dan dipicu oleh kelalaian dalam penggunaan tungku dapur.

BPBD Ciamis menegaskan bahwa api yang tidak dipadamkan setelah memasak menjadi sumber awal kebakaran.

“Api berasal dari tungku yang masih menyala dan tidak dimatikan setelah digunakan,” demikian penjelasan petugas di lapangan.

Petugas lebih lanjut menerangkan bahwa api dengan cepat merambat ke tumpukan kayu bakar yang berada di sekitar tungku. Kondisi bahan yang mudah terbakar membuat situasi memburuk dalam waktu singkat. Mereka menyebutkan bahwa penyebaran api tidak dapat segera dikendalikan karena material rumah yang rentan terhadap api.

“Kayu bakar yang berada di dekat tungku mempercepat penyebaran api hingga membesar dan sulit dikendalikan,” ujar petugas.

Dari hasil asesmen awal, petugas menyampaikan bahwa rumah milik Bapak Udin menjadi satu-satunya bangunan yang terdampak langsung dalam kejadian ini. Mereka memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan material cukup signifikan, terutama pada bagian dapur dan ruang tengah.

“Bagian atap dapur dan ruang tengah mengalami kerusakan akibat terbakar,” jelasnya.

Petugas juga melaporkan bahwa penghuni rumah yang terdiri dari satu kepala keluarga dengan dua jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat. Mereka menilai langkah ini sebagai upaya darurat untuk menjamin keselamatan korban pascakejadian.

“Korban sementara mengungsi ke rumah keluarga untuk menghindari risiko lanjutan,” kata petugas.

Dalam laporan tersebut, petugas mengungkapkan bahwa hingga saat kaji cepat dilakukan, belum ada perbaikan fisik terhadap rumah yang terbakar. Mereka menilai kondisi ini memerlukan perhatian segera agar korban tidak berlarut-larut dalam situasi darurat.

“Belum ada perbaikan, sehingga kebutuhan utama saat ini adalah rehabilitasi bagian rumah yang rusak,” tegasnya.

Petugas juga menyampaikan bahwa bantuan awal telah diberikan dalam bentuk kebutuhan dasar seperti sembako dan mi instan. Namun demikian, mereka menilai bantuan tersebut masih bersifat sementara dan belum menyentuh kebutuhan pemulihan jangka menengah.

“Bantuan logistik sudah disalurkan, tetapi belum cukup untuk mendukung pemulihan secara menyeluruh,” ungkap petugas.

Upaya penanganan yang dilakukan melibatkan koordinasi antara BPBD dan aparat setempat serta partisipasi aktif masyarakat melalui kegiatan gotong royong. Petugas menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mempercepat respons darurat di tingkat lokal.

“Koordinasi dan gotong royong menjadi kunci dalam penanganan awal bencana,” ujarnya.

BACA JUGA: Demokrat Ciamis Buka Kader Terlibat MBG Sesuai Aturan RI

Sebagai tindak lanjut, petugas merekomendasikan adanya dukungan lanjutan dari pihak terkait, termasuk lembaga sosial, untuk membantu proses pemulihan. Mereka memandang bahwa intervensi yang cepat dan tepat sangat diperlukan agar korban dapat segera kembali ke kondisi normal.

“Diperlukan dukungan lanjutan agar proses pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Herman, Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan