Kerjasama Jamtani dan BRIN akan Percepat Empat Bidang

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Jaringan masyarakat tani Indonesia (Jamtani) menjalin kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) demi mempercepat empat bidang pada action plan di Kabupaten Pangandaran.

Empat bidang tersebut yaitu pertanian, agroindustri, peternakan dan holtikultura. Hal tersebut untuk pengembangan holtikultura terutama di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Pusat Riset Agroindustri BRIN, Waryat, mengatakan, pertemuan ini merupakan menindaklanjuti perjanjian kerjasama antara BRIN dan Jamtani.

“Untuk menindaklanjuti pertemuan hari ini 16 Mei 2024 dengan mendesain atau merencanakan action plan. Tapi, untuk riset actionnya di lapangan. Hari ini, kita akan membahas action plan-nya,” kata Waryat, Kamis, (16/05/2024).

Waryat menambahkan, 4 bidang pada action plan yakni, pertama untuk pengembangan holtikultura terutama di wilayah Kabupaten Pangandaran. Kemudian terkait tanaman pangan terutama jenis padi.

“Karena, kita juga akan mengembangkan tanaman padi di daerah Pangandaran,” katanya.

Selanjutnya, berhubungan dengan bidang peternakan yang nanti juga akan disampaikan ke Jamtani mengenai action plan untuk kegiatan peternakannya.

Sedangkan, bidang agroindustri yaitu mengenai nilai tambah terutama untuk produk-produk pertanian yang ada di Pangandaran.

“Agar bagaimana produk-produk ini mempunyai nilai tambah sehingga bisa bermanfaat terutama untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Pangandaran,” ucap Waryat.

Sementara itu, Direktur Jamtani, H Kustiwa Adinata menyampaikan, bahwa ini merupakan satu upaya dari Jamtani untuk mengembangkan menginovasi beberapa riset di pertanian, peternakan, agroindustri dan holtikultura.

“Nah, tujuan dari kerjasama Jamtani dan BRIN tentu karena kita ingin mempercepat proses munculnya beberapa inovasi – inovasi baru dan memperkuat atau mengembangkan oleh Jamtani selama ini,” ujar dia.

Untuk tahap awal, lanjut Ia, Jamtani dan BRIN melakukan kerjasama selama dua tahun ini. Sementara dari dua tahun ini target – target atau output yang ingin dicapai adalah terkait bagaimana memperkuat di sektor budidaya khususnya di tanaman padi.

“Dimana, selama ini berkaitan dengan kadar garam tinggi atau daerah salin,” kata Kustiwa.

Sehingga, Ia berharap nanti muncul beberapa varietas baru yang lebih toleran terhadap dampak perubahan iklim khususnya berkaitan dengan meningkatnya kadar garam di sawah.

“Kemudian, untuk sektor holtikultura kita akan melakukan kerjasama untuk riset. Ini mungkin bukan mengembangkan tapi melakukan in produksi atau sebuah pengenalan komoditas bawang merah dan melon,” ucapnya.

Sementara untuk peternakan seperti yang diketahui bahwa dampak dari El Nino tahun 2023 kemarin ada kesulitan di masyarakat peternak yaitu di pakan.

“Sehingga, mungkin upaya salah satu yang ingin kita kembangkan terkait bagaimana menghasilkan sebuah pakan yang tahan lama untuk hewan besar,” kata Kustiwa.

Sedangkan untuk hewan kecil seperti bebek, ayam dan ikan mungkin akan melakukan inovasi bagaimana memaksimalkan sumber daya alam yang ada.

Seperti, limbah – limbah yang ada di Pangandaran termasuk limbah perikanan. Karena, Pangandaran terkenal dengan berbagai wisata dan restoran.

“Dimana, limbah – limbah tersebut bisa kita manfaatkan menjadi konsentrat. Termasuk, mungkin hama keong sebagai bahan konsentrat,” ucapnya.

BACA JUGA: SMP 1 Kota Banjar Tetap Gelar Study Tour

Untuk sektor industri atau home industri, Kustiwa mengklaim selama ini Jamtani sudah mengembangkan berbagai upaya penanganan pasca panen.

“Tentunya, dengan melahirkan atau memunculkan upaya-upaya produk dalam bentuk kemasan seperti kripik singkong, kripik pisang, dari lidah buaya dan lainnya,” ujarnya. (QMP/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan