KKG Lakbok Gelar Diklat Pembuatan Aplikasi Guru

infopriangan.com. BERITA CIAMIS.  Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, menggelar Diklat Pembuatan Aplikasi Pembelajaran di SDN 2 Cintajaya. Kamis, (20/02/20 ini25). Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan dengan tujuan meningkatkan kompetensi mereka dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran.

Dalam diklat ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan aplikasi pembelajaran. Kegiatan ini menghadirkan pemateri utama, Nanang Heryanto, Kepala Sekolah SDN Baregbeg 3 Lakbok, yang membimbing peserta dalam menciptakan berbagai aplikasi sederhana. Beberapa aplikasi yang dihasilkan meliputi latihan soal interaktif, media pembelajaran digital, serta alat evaluasi berbasis teknologi.

Ketua KKG Lakbok, Lia Noor Elyn, S.Pd.GR, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya diklat ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan guru dalam teknologi pendidikan.

“Kegiatan ini luar biasa. Para guru mendapatkan wawasan baru dalam membuat aplikasi yang bisa langsung digunakan di kelas,” ujarnya.

Lia juga menambahkan bahwa pemateri bahkan telah menciptakan jingle khusus untuk KKG Gugus 3 Lakbok, yang diharapkan dapat menambah semangat serta mempererat solidaritas para guru.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Gugus 3 Lakbok, Lasiran, S.Pd.I. Ia menilai diklat ini sangat penting mengingat tantangan pendidikan di era digital semakin besar.

“Saya sangat bersyukur melihat antusiasme peserta. Mereka tidak hanya sekadar hadir, tetapi benar-benar serius dalam memahami dan mempraktikkan pembuatan aplikasi pembelajaran. Kami berharap kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara rutin,” tuturnya.

Pengawas Sekolah, H. Wagiman S, S.Pd., M.Pd., juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif KKG Gugus 3 Lakbok. Menurutnya, penggunaan aplikasi dalam pembelajaran sangat membantu efektivitas proses mengajar, terutama di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

“Saya bangga dengan kegiatan ini. Guru harus terus meningkatkan keterampilan digitalnya agar tidak tertinggal. Teknologi bukan hanya pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian dari pendidikan modern,” ungkapnya.

Wagiman menekankan bahwa hasil dari diklat ini harus benar-benar diterapkan di sekolah masing-masing. Ia mengingatkan bahwa tenaga pendidik dan kependidikan saat ini harus lebih siap menghadapi perubahan dan beradaptasi dengan teknologi.

“Jangan sampai ilmu yang diperoleh berhenti di sini. Guru harus menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar dan berbagi dengan rekan sejawat,” tambahnya.

Sebagai pemateri, Nanang Heryanto berharap ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa adopsi teknologi dalam pembelajaran harus dilakukan dengan bijak dan bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran. “Teknologi pendidikan bukan sekadar tren, melainkan alat untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan efisien,” katanya.

Nanang juga mengungkapkan bahwa beberapa peserta sudah berencana mengembangkan aplikasi yang lebih kompleks dengan berkolaborasi bersama rekan-rekan mereka. Ia menilai ini sebagai langkah positif yang perlu didukung agar inovasi dalam pembelajaran terus berkembang.

Dari hasil diklat ini, peserta berhasil menciptakan berbagai aplikasi sederhana yang bisa langsung diterapkan di kelas. Beberapa di antaranya adalah aplikasi kuis interaktif, alat bantu evaluasi digital, dan media pembelajaran berbasis animasi. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi jika diberikan bimbingan yang tepat.

BACA JUGA: Anthika Asmara Terpilih, Konferensi Cuma 10 Menit

Melihat respons positif dari peserta, KKG Gugus 3 Lakbok berencana untuk menyelenggarakan pelatihan lanjutan. Pelatihan ini akan lebih mendalam, membahas pembuatan aplikasi yang lebih kompleks serta memiliki dampak lebih besar dalam pembelajaran. Selain itu, evaluasi berkala terhadap aplikasi yang telah dibuat juga akan dilakukan untuk memastikan efektivitasnya dalam dunia pendidikan.

Dengan adanya kegiatan ini, para guru diharapkan semakin kreatif dalam memanfaatkan teknologi. Tidak hanya untuk mempermudah pekerjaan mereka, tetapi juga untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa agar lebih menarik dan menyenangkan.

Ke depan, kolaborasi antara guru, KKG, dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan agar inovasi pendidikan berbasis teknologi bisa terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Lakbok. (Kusmana/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan