Kolaborasi Musik Lintas Iman Perkuat Nilai Kebangsaan di Ciamis
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97, Hari Bela Negara ke-77, dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2025 berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Kabupaten Ciamis. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai kebangsaan, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama.
Salah satu rangkaian acara yang mencuri perhatian adalah kolaborasi musik lintas iman antara kelompok Angklung Silih Asih dari komunitas Katolik dan Kipa Manarasat dari komunitas Muslim. Penampilan seni budaya tersebut menghadirkan harmoni nada yang merefleksikan harmoni sosial masyarakat Ciamis yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis, Dr. Sumadi, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas iman ini telah terjalin secara konsisten selama lebih dari lima tahun. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Menurut Sumadi, kolaborasi seni bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi sarana efektif untuk menyampaikan pesan persatuan kepada masyarakat. Ia menilai musik mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan perbedaan tanpa harus menghilangkan identitas keagamaan masing-masing.
“Penampilan ini adalah penampilan persaudaraan. Apalagi dalam waktu dekat saudara-saudara kita umat Kristen dan Katolik akan merayakan Natal. Momentum seperti ini penting untuk saling menghormati dan memperkuat kebersamaan,” ujar Sumadi. Senin, (22/12/2025).
Sumadi juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Ciamis dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerukunan yang baik. Hal tersebut tercermin dari Indeks Harmoni Kementerian Dalam Negeri, di mana Ciamis masuk dalam kategori baik. Bahkan, pada indikator keberagaman, Ciamis mencatatkan nilai 7,24, tertinggi dibandingkan indikator lainnya.
Sumadi mengatakan, tingginya nilai keberagaman menunjukkan masyarakat telah memiliki kesadaran kolektif untuk hidup rukun dalam perbedaan. Ia menegaskan bahwa keberagaman bukanlah tantangan, melainkan kekuatan sosial yang harus terus dijaga.
“Nilai keberagaman ini paling tinggi kontribusinya. Artinya, masyarakat Ciamis sudah terbiasa hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan. Nilai ini harus terus dirawat bersama,” katanya.
Selain capaian Indeks Harmoni, Kabupaten Ciamis juga meraih Harmony Award tingkat nasional untuk kategori kabupaten. Dalam penilaian tersebut, menempati peringkat kedua nasional, berada di bawah Kabupaten Mimika dan di atas Kabupaten Malang.
“Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Penghargaan ini sejatinya milik seluruh masyarakat Ciamis yang telah menjaga harmoni selama ini,” jelas Sumadi.
Sumadi menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja panjang dan berkelanjutan sejak tahun 2007 hingga 2025. Berbagai program dialog lintas agama, kolaborasi seni budaya, serta kegiatan sosial bersama menjadi fondasi kuat terciptanya suasana rukun dan harmonis.
BACA JUGA: Forkopimda dan Tokoh Hadiri Peringatan Bela Negara
Dalam menjaga kerukunan, Sumadi menyebut filosofi yang selalu dipegang masyarakat Ciamis, yakni “99 plus 1 sama dengan kita”. Filosofi ini mengandung makna bahwa tidak ada pemisahan mayoritas dan minoritas dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tidak ada mayoritas dan minoritas. Yang ada adalah kita, hidup bersama dalam satu ruang sosial,” tegasnya.
Sumadi berharap, pengalaman Kabupaten Ciamis dalam merawat keberagaman dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain. Menurutnya, persatuan hanya dapat terwujud melalui komitmen bersama untuk saling menghormati dan bekerja sama.
“Perbedaan seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” pungkasnya. (Kusmana)

