Komisi XI DPR RI Gelar Diskusi Publik di Kabupaten Ciamis
infopriangan.com, BERITA CIAMIS.
Komisi XI DPR RI beserta Bank Indonesia menggelar Diskusi Publik, yang bertemakan membangun gagasan dan sinergitas pengembangan ekonomi syariah era digital di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Kegiatan dilaksanakan di Aula Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Di Prakarsai oleh Anggota DPR RI Komisi XI Agun Gunanjar Sudarsa, dengan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten, seperti perwakilan dari Bank Indonesia, serta narasumber lainnya.
Menurut Muhammad Ijudin tenaga ahli dari komisi XI DPR RI mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu edukasi kepada masyarakat bagaimana menggunakan era digitalisasi untuk mengembangkan perekonomian terutama di daerah pedesaan.
“Hal ini juga dikaitkan dengan konteks ekonomi syariah karena di era digital ini, kita patut memahami bahwa konteks syariah ini harus tetap ada, dan ini juga merupakan salah satu edukasi meski di era digital, masyarakat bisa memegang teguh konteks syariah dalam bertransaksi,” jelasnya.
Masyarakat sebenarnya perlu diberikan pemahaman dalam melakukan transaksi digital agar masyarakat tidak terjebak kedalam konteks yang merugikan.
“Konteks ekonomi syariah bisa disebut sebagai salah satu upaya untuk masyarakat, agar mereka lebih paham dalam melakukan transaksi digital yang nantinya tidak dilarang oleh agama, juga tidak sampai merugikan masyarakat dalam bertransaksi,” terangnya.
Saat ini memang banyak masyarakat yang merasa di rugikan dalam bertransaksi menggunakan digital, seperti tertipu jenis barang yang dipesan tidak sesuai atau hal lainnya.
“Hal itu merupakan salah satu faktor ketidakpahaman masyarakat dalam menggunakan transaksi digital, jadi bisa disebutkan kerugian tersebut bukan berasal dari penjual saja, tapi pembeli juga yang kurang teliti,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ditemukan Bayi Dalam Dus di Pinggir Jembatan
Di era digitalisasi saat ini, banyak fenomena di kalangan masyarakat yang pro dan kontra mengenai transaksi digital dalam menentukan halal dan haram kegiatan tersebut.
“Kegiatan yang dihadiri oleh Bank Indonesia dan atas rekomendasi dari Pak Agun Gunanjar di harapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat yang saat ini memiliki UMKM, karena dalam sosialisasi ini juga di jelaskan bagaimana cara mengelola produk UMKM menjadi halal,” pungkasnya. (Rizky/IP)

