Koncab PGRI Lakbok Penuh Dinamika, Ketua Baru Kini
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Konferensi Cabang (Koncab) PGRI Lakbok akhirnya mencapai titik akhir setelah melalui proses panjang yang diwarnai ketegangan, interupsi, skorsing, hingga audit ulang berkas calon.
Dalam forum yang berjalan lebih dari setengah hari itu, Basuki Rahmat, S.Pd.I., terpilih sebagai Ketua PGRI Cabang Lakbok dengan raihan 21 suara, sementara pesaingnya, Eka Cahyana, memperoleh 10 suara. Para peserta menyebut hasil ini sebagai “kejutan yang cukup besar” karena adanya dominasi wajah baru dalam jajaran pengurus.
Seorang peserta sidang mengungkapkan bahwa dinamika yang terjadi kali ini menjadi bukti bahwa anggota PGRI Lakbok tengah mencari arah baru.
“Tahun ini suasananya berbeda. Banyak yang ingin perubahan,” katanya.
Hasil pemungutan suara menetapkan susunan pengurus sebagai berikut:
Ketua: Basuki Rahmat, S.Pd.I.
Wakil Ketua 1: Enang, S.Pd.I.
Wakil Ketua 2: Irfan Fauzi, S.Pd.I.
Sekretaris: Dadi Purwadi, S.Pd.I.
Pada pukul 16.29 WIB, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Edi Rusyana, melantik langsung para pengurus terpilih. Ia mengatakan bahwa kehadirannya dari awal hingga akhir bertujuan menjaga agar mekanisme organisasi berjalan dengan benar.
“Yang paling penting adalah prosesnya transparan dan setiap keputusan diambil bersama,” ujarnya.
Sidang Koncab Lakbok sempat dihentikan beberapa kali akibat interupsi yang datang bertubi-tubi dari sejumlah peserta. Salah satu interupsi paling menonjol disampaikan Enang, utusan dari Ranting 2 Lakbok, yang mempertanyakan tata tertib serta metode pembentukan tim pemeriksa berkas calon ketua.
Kelompok lain juga mengusulkan skorsing karena menganggap ada poin tata tertib yang perlu ditinjau ulang. Perdebatan mengenai legalitas berkas calon memaksa panitia membentuk tim baru untuk melakukan audit ulang. Langkah tersebut ditempuh setelah sebagian peserta menyatakan bahwa transparansi seharusnya menjadi roh dari forum tertinggi di tingkat cabang.
Ketua PGRI Kabupaten Ciamis akhirnya turun tangan menengahi perdebatan. Ia menegaskan bahwa forum harus tetap kembali ke aturan dasar organisasi.
“AD/ART itu panduan utama. Kalau kita taati bersama, konflik bisa dihindari,” tegasnya.
Aktivis pendidikan Lakbok, Nanang Heryanto, menilai dinamika Koncab tahun ini sebagai momentum penting. Ia mengapresiasi keberanian peserta memperjuangkan transparansi meskipun prosesnya berjalan alot.
“Ini menunjukkan ada itikad perubahan. Ketua terpilih dikenal mendukung agenda perbaikan organisasi,” katanya.
Nanang juga menegaskan bahwa terpilihnya Basuki Rahmat merupakan kemenangan aspirasi guru akar rumput.
BACA JUGA: IMI Ciamis Galang Dana di Ajang Road Race Kapolres
“Harapan kami jelas: PGRI tidak dijadikan alat kepentingan pribadi. Ini organisasi perjuangan, bukan jembatan karier,” ucapnya tegas.
Setelah pengurus baru resmi ditetapkan, banyak guru berharap PGRI Lakbok mampu menghadirkan pola kepemimpinan yang lebih terbuka dan berorientasi pada layanan anggota. Dominasi figur baru dinilai memberi peluang untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat peran organisasi, serta memastikan keputusan lebih inklusif.
Koncab Lakbok tahun ini menjadi bukti bahwa demokrasi internal PGRI masih hidup. Meski berlangsung penuh dinamika, forum ini tetap menghasilkan keputusan bersama. Para peserta menyebutnya sebagai contoh bahwa organisasi guru mampu mengoreksi diri dan melangkah ke arah yang lebih sehat. (Kusmana)

