Kopingma Cup VI Satukan Pecinta Tenis Meja

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Komunitas Pingpong Masyarakat (Kopingma) Desa Sukakerta kembali menunjukkan konsistensinya dalam memajukan olahraga tenis meja di Kabupaten Ciamis. Melalui turnamen Kopingma Cup VI, yang digelar pada 19 hingga 20 April 2025, Kopingma berhasil menyatukan ratusan atlet dari berbagai daerah untuk bertanding dan bersilaturahmi dalam suasana halal bihalal.

Turnamen tersebut diselenggarakan di GOR Desa Sukakerta, Kecamatan Panumbangan, dan terbuka untuk umum. Total ada 250 peserta yang ambil bagian, berasal dari Kabupaten Ciamis sebagai tuan rumah, serta dari Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut. Peserta berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari pelajar hingga kalangan dewasa.

Kopingma sendiri merupakan komunitas tenis meja yang berdiri sejak tahun 2015 dan saat ini masih dipimpin oleh Jajang sebagai ketua. Komunitas ini telah terdaftar resmi di bawah naungan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Ciamis, dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, khususnya tenis meja.

Turnamen ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sukakerta, Dadang Jayusman. Hadir pula Ketua PTMSI Kabupaten Ciamis, H. Tatang, yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Payungsari, serta Ketua UPK Kecamatan Panumbangan, Dedi Kusmayadi, S.E.

Ketua penyelenggara turnamen, Asep Ginanjar, S.Pd., yang juga pengurus Kopingma, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. “Alhamdulillah, turnamen ini bisa jadi bagian dari halal bihalal tahun 2025. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung, termasuk para sponsor,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Asep, tingginya jumlah peserta membuat pertandingan berlangsung hingga malam hari. Namun hal itu tak mengurangi antusiasme para peserta dan penonton. “Meski pertandingan berjalan sampai malam, semua tetap semangat dan tertib. Bahkan suasana makin meriah ketika masuk babak final,” katanya.

Ia menambahkan, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar pecinta tenis meja dari berbagai daerah. “Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini soal bagaimana kita bisa menjaga semangat kebersamaan dan sportifitas,” tambahnya.

Kopingma Cup VI juga dinilai sebagai bukti nyata bahwa minat masyarakat terhadap tenis meja masih sangat tinggi, terutama di Kabupaten Ciamis. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan stakeholder olahraga lainnya, agar memberi dukungan lebih terhadap pembinaan dan fasilitas olahraga di tingkat desa maupun kabupaten.

Selain itu, turnamen seperti ini memberikan ruang bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding mereka. Tak sedikit peserta muda yang tampil mengejutkan dan menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.

Asep berharap turnamen ini bisa terus digelar secara rutin dan semakin meningkat dari segi kualitas maupun jangkauan. “Kami ingin acara seperti ini bisa lebih besar lagi, dengan peserta dari wilayah yang lebih luas dan dukungan yang lebih maksimal. Harapannya, tenis meja bisa jadi olahraga yang membanggakan bagi masyarakat Ciamis,” tutupnya.

BACA JUGA: Sekolah Dilarang Jual Buku dan Seragam

Turnamen Kopingma Cup VI tidak hanya menghadirkan pertandingan sengit dan penuh semangat, tapi juga memperlihatkan geliat positif dunia olahraga lokal. Di tengah gempuran arus digital dan minimnya ruang olahraga terbuka, inisiatif komunitas seperti Kopingma menjadi angin segar yang patut diapresiasi.

Semangat warga Desa Sukakerta dan komunitas Kopingma dalam menyelenggarakan turnamen ini menjadi teladan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana membangun karakter, solidaritas, dan prestasi daerah. (Ipan/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan