Kotak Amal Masjid Al-Islah Cijulang Dibobol Maling
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kasus pencurian uang kotak amal kembali terjadi di Masjid Al-Islah, Dusun Ciwaru, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Kali ini, aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area masjid.
Pencurian itu terjadi pada Minggu (2/2/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak hanya satu, pelaku menggasak uang dari dua kotak amal sekaligus. Salah satu kotak ditemukan sudah berada di dalam WC masjid dalam kondisi terbuka, sementara kotak lainnya yang berada di luar ruangan masjid dibobol bagian belakangnya.
Rekaman CCTV berdurasi 24 detik memperlihatkan seorang pria membawa kotak amal yang diduga akan dibongkar. Diduga, pencurian ini dilakukan oleh dua orang. Salah satu pelaku terlihat mengenakan celana pendek dan topi, sementara pelaku lainnya memakai celana panjang.
Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) langsung mengecek rekaman CCTV begitu mengetahui kotak amal mereka telah dibobol. Sayangnya, wajah pelaku tidak terlihat jelas karena keduanya memakai topi.
Fadillah, seorang warga setempat, mengatakan pencurian kotak amal di masjid tersebut sudah terjadi tiga kali dalam sebulan terakhir.
“Kejadian pertama dan kedua itu waktu CCTV-nya sedang rusak, jadi tidak terekam,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah CCTV diperbaiki, barulah aksi pencurian ketiga ini bisa terekam. Namun, pengurus masjid tetap kesulitan mengidentifikasi pelaku karena mereka berusaha menutupi wajah.
Pengurus DKM Masjid Al-Islah telah melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka berharap aparat segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami sudah lapor ke polisi, tapi pelakunya masih belum ditemukan,” kata Fadillah. Selasa, (04/02/2025).
Pencurian uang kotak amal di masjid bukan pertama kali terjadi di Pangandaran. Beberapa masjid lain di wilayah ini juga mengalami kejadian serupa, namun belum banyak yang berhasil mengungkap pelakunya.
Aksi pencurian kotak amal ini bukan sekadar merugikan masjid, tetapi juga mencoreng nilai keagamaan. Uang yang dikumpulkan dari jamaah seharusnya digunakan untuk keperluan operasional dan kegiatan sosial masjid, bukan malah dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat. Beberapa warga menilai perlu ada peningkatan sistem keamanan di masjid-masjid agar kejadian seperti ini tidak terus terulang.
“Harus ada tambahan CCTV atau mungkin pagar untuk melindungi kotak amal,” ujar seorang jamaah yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, beberapa masjid lain di Pangandaran sudah mulai mengambil langkah pencegahan, seperti memindahkan kotak amal ke dalam ruangan yang terkunci saat malam hari atau menggunakan kotak amal dengan sistem keamanan lebih baik.
Warga berharap polisi segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. Jika dibiarkan, pencurian kotak amal bisa terus terjadi dan merugikan banyak pihak.
BACA JUGA: Cara Membuat Tape Singkong yang Manis dan Legit
“Kami berharap polisi benar-benar mengusut kasus ini. Jangan sampai para pencuri merasa bebas melakukan aksinya karena tidak ada tindakan tegas,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Kasus pencurian kotak amal memang kerap dianggap sebagai kejahatan kecil, namun dampaknya sangat besar bagi masjid dan jamaah. Selain merugikan secara finansial, kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran dan rasa tidak aman di masyarakat.
Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan. Warga diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan jika melihat orang mencurigakan di sekitar masjid. (KMP/infopriangan.com)

