Kritik Masyarakat Pangandaran Soal APK Pilkada yang Semrawut

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, berbagai pasangan calon mulai memasang alat peraga kampanye (APK), seperti baliho dan spanduk, di berbagai titik strategis.

Pemasangan APK yang meluas hingga ke wilayah-wilayah ramai, termasuk di sepanjang jalan nasional di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, telah menimbulkan berbagai respons dari masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat Padaherang, Cecep Nurhidayat, menyampaikan kritik terhadap tata letak dan estetika pemasangan baliho yang dinilai semrawut dan kurang efektif dalam menarik perhatian publik.

Menurut Cecep, APK calon gubernur dan bupati yang dipasang di sepanjang jalan nasional Pangandaran sering kali terlihat dipasang asal-asalan tanpa memperhatikan kerapihan dan estetika.

Cecep menyayangkan, karena banyak baliho yang dipaku di pohon atau diikat di tempat yang tidak sesuai. Selain itu, pemasangan APK juga banyak yang dilakukan di jembatan kayu, dengan penempatan yang kurang strategis sehingga baliho tampak tidak proporsional dan berantakan.

“Kami melihat banyak APK atau baliho yang bertebaran dengan kesan semrawut. Bahkan, ada yang dipasang di pohon dengan paku dan sembarangan. Hal ini membuat lingkungan jadi terlihat kurang rapi,” ujar Cecep. Sabtu, (09/11/2024).

Lebih lanjut, Cecep juga mempertanyakan efektivitas anggaran yang dialokasikan untuk pemasangan APK ini. Menurutnya, penggunaan anggaran tersebut seharusnya bisa lebih dipertanggungjawabkan, terutama dalam memilih lokasi dan cara pemasangan yang sesuai.

Ia menduga bahwa pemerintah pusat atau pihak terkait seperti KPU Pangandaran telah menyediakan anggaran yang cukup untuk pemasangan APK yang baik. Namun, kenyataannya, hasil yang terlihat di lapangan justru menunjukkan kesan pemasangan yang asal jadi, tidak rapi, dan tidak memperhatikan estetika yang diharapkan.

“Banyak yang tampak tidak simetris, bahkan ada yang terpasang miring. Saya jadi bertanya, apakah ini memang tidak ada anggarannya atau bagaimana? Kalau memang ada anggarannya, mengapa tidak dioptimalkan dengan baik untuk pemasangan yang lebih rapi?” papar Cecep.

Cecep juga mengungkapkan bahwa dengan anggaran yang tersedia, pemasangan baliho seharusnya bisa dilakukan secara profesional, sehingga tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga efektif dalam menyampaikan pesan kampanye kepada masyarakat.

Selain aspek estetika, Cecep juga menyoroti pentingnya sosialisasi yang lebih efektif dan menyeluruh kepada masyarakat, terutama generasi milenial dan Gen Z yang dianggap kurang antusias terhadap Pilkada.

Cecep juga menjelaskan, kurangnya informasi dan sosialisasi yang tepat sasaran dapat berdampak pada rendahnya partisipasi pemilih muda. Cecep menilai bahwa banyak dari masyarakat, khususnya generasi muda, belum terlalu peduli atau mengetahui informasi detail tentang para calon yang akan bertarung di Pilkada nanti.

“Saya melihat banyak pemuda yang cenderung tidak acuh terhadap Pilkada ini. Banyak dari mereka belum mengenal siapa calon-calon yang maju, apa visi misi mereka, dan apa yang bisa mereka tawarkan untuk masa depan daerah ini. Ini seharusnya menjadi perhatian bagi KPU untuk lebih proaktif dalam mensosialisasikan para calon kepada masyarakat, termasuk dengan mendekati komunitas pemuda,” ujarnya.

Cecep menekankan pentingnya sosialisasi yang dilakukan secara langsung dan tidak hanya mengandalkan APK seperti baliho. Sosialisasi langsung kepada masyarakat dan generasi muda dinilai bisa membantu meningkatkan kesadaran dan minat mereka untuk berpartisipasi dalam Pilkada, sekaligus mencegah peningkatan angka golput.

Cecep berharap agar KPU Pangandaran dapat lebih profesional dalam menangani seluruh aspek kampanye Pilkada, baik dari sisi pemasangan APK maupun dalam mengedukasi masyarakat tentang calon-calon yang bertarung.

Menurutnya, kampanye yang efektif bukan hanya soal jumlah APK yang dipasang, tetapi juga bagaimana cara penyampaian pesan kampanye tersebut bisa menarik perhatian masyarakat.

Penempatan baliho yang rapi, strategis, dan tepat sasaran dianggap akan lebih efektif dalam meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan mendatang.

Sebagai tokoh masyarakat, Cecep merasa bertanggung jawab untuk menyuarakan harapan masyarakat terhadap kualitas kampanye yang lebih baik.

BACA JUGA: PDIP Kota Banjar Gelar Rakercabsus untuk Pilkada 2024

Ia juga mengingatkan bahwa kampanye yang baik dan profesional akan mencerminkan keseriusan para pihak terkait, khususnya KPU, dalam menyukseskan Pilkada 2024 dengan keterlibatan masyarakat yang optimal.

Bagi Cecep, keberhasilan Pilkada tidak hanya ditentukan oleh antusiasme calon, tetapi juga oleh partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Dengan adanya sosialisasi yang lebih terarah dan pemasangan APK yang tertata, diharapkan Pilkada 2024 akan berjalan dengan lebih sukses dan mendapat respons positif dari masyarakat. (KMP/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan