KUA Cimerak Perkuat Remaja Cegah Nikah Dini
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kantor Urusan Agama Kecamatan Cimerak terus menunjukkan komitmennya dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif pergaulan bebas dan pernikahan dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di SMK Miftahul Ulum Cimerak. Kamis, (26/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program unggulan The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat) yang dirangkaikan dalam semarak Ramadan 1447 H/2026 M bertema “Joyful Ramadan Mubarak”. Program tersebut dirancang bukan hanya untuk memperkuat layanan administrasi pernikahan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif dan edukatif bagi remaja.
Sekitar 50 siswa-siswi berusia 15–19 tahun mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mendapatkan materi mengenai perencanaan masa depan, kedewasaan usia perkawinan, hingga penguatan karakter dalam menghadapi tantangan era digital dan pergaulan modern.
Kepala KUA Cimerak, Hilman Purnama, S.Sy., dalam sambutannya menegaskan bahwa remaja memiliki peran strategis sebagai calon pembentuk keluarga di masa mendatang.
“Melalui program The Most KUA, kami ingin memastikan kehadiran KUA tidak hanya soal urusan administratif pernikahan, tetapi juga bersifat preventif dan edukatif. Ramadan ini menjadi momentum yang tepat untuk menebar kemaslahatan melalui tema Joyful Ramadan Mubarak,” ujarnya.
Secara tidak langsung, Hilman menekankan pentingnya kesiapan mental, emosional, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan. Ia menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan membangun tanggung jawab besar yang membutuhkan kematangan. Karena itu, edukasi sejak usia sekolah dinilai penting agar para remaja mampu merencanakan masa depan secara lebih terarah.
Materi inti disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam yang dikoordinatori H. Haerusalik, S.Pd.I. Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswa untuk berani bermimpi sekaligus menyusun langkah konkret untuk mencapainya. Ia mengingatkan bahwa pernikahan dini seringkali berdampak pada terhambatnya pendidikan dan munculnya persoalan sosial maupun ekonomi.
“Remaja harus memahami bahwa menikah itu ibadah, tetapi juga membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Jangan sampai keputusan besar diambil hanya karena dorongan sesaat,” tegasnya di hadapan para peserta.
Kepala SMK Miftahul Ulum Cimerak, Dede Husnaeni Dahlan Sajali, M.Pd.I., turut mengapresiasi sinergi antara sekolah dan KUA tersebut. Ia menyampaikan bahwa pembinaan karakter dan perencanaan masa depan memang tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KUA, menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang tangguh.
“Kami berharap bimbingan ini membantu siswa-siswi kami memetakan masa depan yang lebih tertata dan terhindar dari perilaku berisiko,” ungkapnya.
Kegiatan BRUS berlangsung interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi seputar persoalan remaja, pergaulan, serta tantangan menjaga komitmen diri di tengah arus informasi yang begitu cepat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari batasan pergaulan hingga cara membangun motivasi belajar.
BACA JUGA: Ciamis Jadi Teladan Nasional Pengelolaan Sampah Daerah
Melalui kegiatan ini, KUA Cimerak berharap pesan edukatif tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Program The Most KUA diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan relevan
dengan dunia remaja, BRUS menjadi bukti bahwa pencegahan pernikahan dini dan penguatan karakter dapat dilakukan secara persuasif, edukatif, serta penuh semangat kebersamaan, terlebih di momentum Ramadan yang sarat nilai pembinaan diri. (Kiki Masduki)

