Kuliah Umum CAKEP Dorong Peningkatan SDM Buruh Jawa Barat
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) buruh kembali diperkuat oleh Pimpinan Daerah FSP KEP SPSI Jawa Barat melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Program CAKEP (Cetak Kader Profesional KEP SPSI).
Kegiatan yang digelar di Purwakarta pada Kamis, 13 November 2025 itu diikuti perwakilan SP KEP SPSI se-Jawa Barat, termasuk delegasi dari PC Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis yang membawa tiga pimpinan PUK.
Pihak penyelenggara menyebut bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mendorong buruh lebih siap menghadapi tantangan ketenagakerjaan masa depan.
Program CAKEP, menurut panitia, dirancang sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan peningkatan kapasitas pekerja melalui pendidikan formal. Penyelenggara menjelaskan bahwa organisasi memberikan subsidi biaya pendidikan agar buruh memiliki akses lebih luas terhadap perkuliahan di sejumlah perguruan tinggi.
“Kami ingin buruh tidak terhambat oleh persoalan biaya ketika ingin meningkatkan kompetensi,” kata salah satu pengurus PD SPSI Jabar yang hadir membuka kegiatan.
Kuliah umum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga. Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danajaya, S.H., S.I.K., M.H., memaparkan materi tentang dasar hukum ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa perlindungan pekerja berakar dari UUD 1945 dan diperinci dalam UU No. 13 Tahun 2003, UU No. 21 Tahun 2000, serta peraturan lain yang mengatur hubungan industrial.
“Pekerja harus memahami hukum agar tidak mudah dirugikan dan mampu memperjuangkan haknya secara benar,” ujarnya di hadapan peserta.
Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdulloh, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya sinergi antara tiga unsur hubungan industrial: pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Ia menyebut bahwa asas kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat dalam Hubungan Industrial Pancasila harus diperkuat agar suasana kerja tetap harmonis.
“Ketika komunikasi tiga pihak berjalan baik, persoalan dapat diselesaikan tanpa konflik berkepanjangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Presiden KSPSI–ASEANTUC, Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H., mengangkat isu global terkait perkembangan teknologi. Ia menjelaskan bahwa penggunaan robotik dan kecerdasan buatan (AI) di perusahaan menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, jika kompetensi buruh tidak ditingkatkan, potensi tergesernya tenaga kerja manusia oleh mesin akan semakin besar.
“Pekerja harus naik kelas. Kalau tidak, teknologi akan mengambil alih,” tegasnya.
Andi juga menyampaikan pandangan mengenai proyeksi kenaikan upah tahun 2026, yang menurutnya harus sejalan dengan peningkatan kualitas SDM.
Pada bagian lain, PD SP KEP SPSI Jawa Barat, Agus Koswara, menerangkan perkembangan kerja sama organisasi dengan berbagai perguruan tinggi. Ia menyebut bahwa pembaruan MoU dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi buruh dengan model perkuliahan yang lebih fleksibel. Langkah ini, menurutnya, menjadi bukti komitmen organisasi dalam membangun SDM yang berdaya saing.
“Kami tidak ingin buruh hanya menjadi pelengkap industri, tetapi menjadi pihak yang berpengetahuan,” katanya.
BACA JUGA: Longsor Besar Cibeunying Tewaskan Warga dan Rusak Dua Dusun
Dede Diq, perwakilan dari PC SP KEP SPSI Kota Banjar, menilai kegiatan ini sangat membantu para buruh memahami tantangan ketenagakerjaan modern.
“Program ini membuka peluang besar bagi buruh untuk meningkatkan pendidikan dan kemampuan mereka,” ujarnya.
Dede berharap pimpinan PUK yang hadir dapat menyebarkan pengetahuan kepada anggota lain, sehingga pemahaman dan kesadaran pekerja tentang hak, kewajiban, hingga dinamika industri bisa meningkat. Menurutnya, peningkatan SDM menjadi kunci agar buruh memiliki posisi tawar lebih kuat dalam hubungan industrial. (Johan)

