Longsor di Kota Banjar, Dapur Rumah Warga Jebol
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Hujan deras yang mengguyur Kota Banjar, Jawa Barat, pada Senin (13/1/2025) sore, menyebabkan longsor yang menghantam rumah salah seorang warga di Dusun Cimanggu, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan mengakibatkan tembok dapur rumah Lina Nurlina jebol.
Lina, pemilik rumah, menceritakan kejadian tersebut kepada awak media, awalnya ia melihat air masuk ke dapurnya dari bagian belakang rumah. Tidak lama kemudian, tanah di belakang rumahnya tiba-tiba longsor dan menghantam tembok dapur.
“Awalnya ada air dulu masuk, terus tanah langsung jatuh dari atas. Itu sekitar pukul 16.30 WIB, saat hujan deras,” ungkapnya.
Akibat longsoran itu, Lina menjelaskan, hampir seluruh barang yang ada di dapurnya rusak karena tertimpa material tanah dan kotor. Ia bersama keluarga segera memindahkan barang-barang tersebut untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
“Selain dapur jebol, semua barang di dapur jadi kotor. Sekarang semuanya sudah kami pindahkan,” katanya.
Sementara itu, Tono, tetangga Lina, mengaku terkejut saat mendengar Lina meminta tolong. Ia segera menuju rumah Lina untuk melihat apa yang terjadi.
“Ketika Lina minta tolong, saya langsung datang. Ternyata tanah di belakang rumahnya longsor dan menghantam bagian dapur sampai jebol,” ujarnya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar, Yudi Andiana, mengatakan bahwa pihaknya langsung mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu warga terdampak.
“Setelah mendapat laporan dari warga, kami segera bergerak ke lokasi. Kami melakukan asesmen sebagai bahan laporan dan membantu membersihkan material longsor yang masuk ke dalam dapur,” jelas Yudi.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, Lina harus menanggung kerugian materi karena tembok dapurnya rusak parah akibat longsoran tanah.
“Untuk korban jiwa, alhamdulillah tidak ada. Tetapi, pemilik rumah mengalami kerugian materi karena tembok dapurnya jebol,” tambah Yudi.
BACA JUGA: Tumpukan Sampah Kamisama Ganggu Warga Parungsari
Yudi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca saat ini yang cenderung ekstrem. Ia menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko bencana seperti longsor dan banjir tetap ada. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama bagi yang tinggal di kawasan rawan bencana,” tutupnya.
Peristiwa longsor di Kota Banjar ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem. Kolaborasi antara warga, pemerintah, dan tim tanggap bencana sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana di kemudian hari. (Johan/infopriangan.com)

