Mahasiswa Motor Penggerak Menuju Perubahan Hakiki
infopriangan.com, TELISIK OPINI. Mahasiswa kaum terdidik yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi. Memiliki wawasan diberbagai bidang keahlian. Kontribusinya mampu menjadi motor penggerak perubahan suatu bangsa.
Untuk mendukung itu semua berbagai program pun digulirkan mulai dari program pusat sampai ke daerah.
Bentuk kerjasama antar negara dilakukan seperti yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Inggris di sektor bidang pendidikan. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan Jabar menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh dengan persiapan global menuju 2045.
Mempersiapkan mahasiswa atau kaum terdidik sama seperti mempersiapkan pemimpin untuk masa depan selanjutnya.
Maka persiapannya pun tidak hanya secara keilmuan dunia saja namun perlu dibekali dengan ilmu agama. Karena dalam agama Islam peran agama selalu jadi prioritas utama menjalani kehidupan.
Selain sebagai panduan menjalani kehidupan, agama juga sebagai rem standar perbuatan halal dan haram.
Hal ini berbeda jauh pada sistem yang digunakan yaitu kapitalisme. Sebuah sistem yang memisahkan peran agama dalam kehidupan. Membuat para intelektual kering secara akhlaq.
Agama hanya dicukupkan mengatur ibadah saja. Sehingga, tidak heran peran mahasiswa pun terbentuk condong kepada kepentingan barat.
Mereka dicetak sesuai kepentingan pasar dan pemilik modal. Melakukan kerjasama dengan negara-negara asing tidak ada salahnya hanya saja hal ini perlu dikaji lebih mendalam.
Jangan sampai kaum intelektual ini hanya sebatas pelayan para korporasi. Sehingga akan menggeser peran mahasiswa sebagai agen perubahan hakiki.
Yang peduli kepada rakyat, penyambung lidah dari rakyat kepada penguasa, mengkritik kebijakan yang tidak pro rakyat.
Begitupun dalam sistem pendidikannya mampu membentuk para mahasiswa membawa perubahan ke arah lebih baik.
Mahasiswa yang beridealisme tinggi dengan keilmuannya, inovasi, kreatif, dan beramal makruf nahi mungkar (menyeru kepada kebaikan dan melarang kepada keburukan) kepada penguasa maupun kepada masyarakat.
Tentu perubahan itu dibarengi dengan perjuangan. Perjuangan mengembalikan peran mahasiswa dalam agen perubahan menuju peradaban Islam.
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (TQS Ar Rad: 11).
BACA JUGA: Yonif Raider 323/BP Kostrad Laksanakan Baksos
Maka, yang bisa mengembalikan peran mahasiswa hanya sistem Islam sebuah sistem yang bisa membentuk pola pikir dan pola sikapnya berlandaskan syariat.
Sehingga para mahasiswa menyadari bahwa perubahan negara ini ada di pundaknya. Wallahu’alam. (Yuyun Suminah, A. Md)

