Mahasiswa Unsil Latih UMKM Tasikmalaya Kemas Produk
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Siliwangi (Unsil) menggelar Seminar Pelatihan Kemasan Produk bertema “Kemasan Inovatif, UMKM Kuat, Indonesia Hebat”. Acara ini merupakan bagian dari Aksi Nyata Pendidikan Bela Negara dan berlangsung di Aula X-Sha, Singaparna, Jumat (21/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh pelaku UMKM se-Kabupaten Tasikmalaya sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal.
Ketua kelompok Kresty Amelania Putri, menjelaskan bahwa pendidikan bela negara tidak selalu identik dengan aspek militer. Menurutnya, memperkuat perekonomian mandiri juga merupakan bagian dari bela negara, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
“Melalui pelatihan seperti ini, kita ingin menegaskan bahwa bela negara tidak harus selalu berhubungan dengan militer. Menguatkan ekonomi rakyat, terutama melalui UMKM, juga merupakan bentuk bela bangsa,” ujarnya.
Kresty menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, selain seminar, acara ini juga menghadirkan sesi “Curhat UMKM”, yang bertujuan menampung aspirasi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil di Tasikmalaya.
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendengar langsung kendala yang dihadapi UMKM. Aspirasi mereka akan kami tindak lanjuti sebagai rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada DPRD Kabupaten Tasikmalaya, dengan pendampingan dari Kadin Kabupaten Tasikmalaya,” jelasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Budi Ahdiat, yang turut hadir sebagai narasumber, menyoroti pentingnya strategi pemasaran bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Ia menegaskan bahwa produk lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk dari daerah lain, namun masih menghadapi kendala dalam pemasaran dan branding.
“UMKM adalah ujung tombak perekonomian daerah. Banyak produk unggulan dari Tasikmalaya yang potensial, tetapi masih terkendala pemasaran. Kita harus berani mendorong digital marketing agar produk lokal bisa lebih dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Menurut Budi Ahdiat, DPRD akan berupaya menjembatani UMKM dengan berbagai pihak, termasuk Kadin dan pemerintah daerah, untuk meningkatkan akses pasar dan teknologi pemasaran digital.
Dalam seminar ini, Asep Deni Sutaryono, pendamping UMKM terbaik Jawa Barat 2025, menjelaskan bahwa kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing produk. Kemasan yang menarik dan fungsional, katanya, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
“Banyak produk UMKM yang berkualitas, tetapi kemasannya masih kurang menarik. Padahal, kemasan adalah hal pertama yang dilihat konsumen sebelum mereka memutuskan untuk membeli,” paparnya.
Asep juga mengingatkan bahwa di era modern ini, kemasan tidak hanya harus menarik tetapi juga ramah lingkungan. Ia menyarankan agar pelaku UMKM mulai beralih ke kemasan yang lebih berkelanjutan, mengingat tren global yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.
BACA JUGA: Wakil Wali Kota Banjar Hadiri Paripurna HUT ke-22
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi UMKM Tasikmalaya untuk lebih berkembang dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Perwakilan Kadin Kabupaten Tasikmalaya menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih baik.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, UMKM di Tasikmalaya diharapkan dapat lebih maju, tidak hanya dalam kualitas produk tetapi juga dalam strategi pemasaran dan branding.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pendidikan dan dunia usaha dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Jika UMKM semakin kuat, maka ketahanan ekonomi daerah juga akan semakin kokoh. (Johan/infopriangan.com)

