Menteri ATR Ajak Sosialisasi Batas Tanah

infopriangan.com, BERITA NASIONAL. Sengketa tanah masih menjadi salah satu persoalan yang kerap muncul di berbagai daerah. Menyikapi hal ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para kepala daerah untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pemasangan tanda batas tanah kepada masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Nusron dalam kegiatan Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Gelombang II Tahun 2025 yang digelar di Balairung Rudini, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (26/6/2025).

Dalam arahannya, Nusron menekankan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya mengetahui dan menjaga batas-batas tanah milik mereka. Kurangnya kesadaran tersebut, menurutnya, menjadi salah satu penyebab utama terjadinya konflik pertanahan.

“Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengetahui dan menjaga tanda batas tanah sering kali memicu sengketa, bahkan terjadi tukar batas dengan lahan di sebelahnya,” ujar Nusron di hadapan 86 kepala daerah dan wakil kepala daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Nusron, menambahkan, banyak kasus pertanahan bermula dari hal-hal sepele, seperti tidak adanya tanda batas yang jelas di lapangan. Hal ini kemudian berkembang menjadi sengketa berkepanjangan yang merugikan semua pihak, termasuk pemerintah.

Sebagai bentuk upaya pencegahan, Kementerian ATR/BPN sejak tahun 2023 telah menggulirkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS). Program ini bertujuan mengajak masyarakat untuk secara aktif memasang tanda batas di bidang tanah mereka secara mandiri.

Namun demikian, Nusron mengakui bahwa keberhasilan gerakan tersebut sangat bergantung pada dukungan kepala daerah di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa peran pemerintah daerah sangat strategis dalam mendorong masyarakat memahami pentingnya batas tanah.

“Sudah saatnya pemerintah bersama menyosialisasikan gerakan pemasangan tanda batas tanah ini, agar tidak terus terjadi konflik tapal batas antarwarga,” tuturnya.

Selain persoalan batas tanah, Nusron juga menyinggung soal banyaknya bidang tanah yang belum terpetakan dan belum memiliki sertipikat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam menciptakan kepastian hukum atas tanah bagi seluruh warga negara.

Ia mendorong kepala daerah untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk perangkat desa hingga asosiasi profesi di bidang pemetaan dan pengukuran.

“Untuk persoalan seperti itu, kepala daerah bisa bekerja sama dengan perangkat desa, dengan asosiasi profesi di bidang pengukuran dan pemetaan untuk sama-sama melengkapi sertipikat tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nusron memaparkan capaian program pendaftaran tanah nasional yang menunjukkan progres menggembirakan. Hingga Juni 2025, sebanyak 122,5 juta bidang tanah telah berhasil didaftarkan dari target nasional sebesar 126 juta bidang. Dari total itu, 96,4 juta bidang telah bersertipikat.

Nusron mengingatkan bahwa masih ada jutaan bidang tanah yang harus diselesaikan agar seluruh bidang tanah di Indonesia memiliki legalitas yang jelas.

BACA JUGA: Karangampel Rayakan HUT ke-47, Bangun Desa Maju

“Jadi tugas kita sekarang adalah melanjutkan bidang-bidang tanah yang belum terdaftar dan belum bersertipikat. Karena itu, Bapak/Ibu sekalian, kami tunggu kerja samanya ya,” ujar Menteri ATR/BPN sambil mengajak kepala daerah untuk memperkuat sinergi.

Dalam kegiatan orientasi tersebut, turut hadir sebagai narasumber Wakil Menteri Perhubungan, Suntana. Sementara itu, Menteri Nusron didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Harison Mocodompis, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar.

Melalui orientasi ini, diharapkan para kepala daerah baru yang terpilih pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dapat memahami peran penting mereka dalam menyukseskan program reforma agraria dan percepatan pendaftaran tanah di wilayah masing-masing. (Redaksi/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan