Menteri ATR Tekankan Pentingnya Penataan SDM dan Pengawasan
infopriangan.com, BERITA NASIONAL. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengunjungi Kantor Kementerian ATR/BPN di Jalan Agus Salim, Jakarta. Senin, (11/11/2024).
Kunjungan ini difokuskan pada pengarahan terkait program kerja ke depan, terutama dalam penataan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan pengawasan internal di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menegaskan bahwa penataan SDM merupakan langkah awal yang harus diambil untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme di kementerian. Salah satu hal yang ia tekankan adalah pentingnya rotasi dan mutasi bagi pegawai yang telah menduduki jabatan yang sama selama lebih dari dua tahun.
“Jika seorang pegawai terlalu lama di satu posisi, maka penting untuk dilakukan rotasi agar mereka memiliki pengalaman kerja yang lebih luas di berbagai bidang,” ujar Menteri Nusron.
Menurutnya, pengalaman di tempat yang berbeda akan memperkaya perspektif para pegawai, sehingga mereka mampu memahami berbagai aspek kerja dengan cara pandang yang lebih menyeluruh.
Lebih lanjut, Menteri Nusron menyoroti bahwa rotasi ini akan membantu para pegawai, khususnya yang berada dalam jalur kepemimpinan, agar dapat berpikir secara holistik dan menghindari sikap ego sektoral.
“Kami ingin membentuk pemimpin yang tidak terjebak dalam comfort zone atau menghadapi moral hazard, melainkan mampu melihat kepentingan yang lebih luas bagi Kementerian ATR/BPN dan masyarakat umum,” jelasnya.
Nusron, juga menekankan bahwa sikap yang holistik dan integratif akan membuat para pemimpin di lingkungan kementerian lebih tanggap terhadap dinamika dan tantangan di sektor agraria dan tata ruang.
Selain penataan SDM, Menteri Nusron juga membahas sistem jenjang karier atau career path di Kementerian ATR/BPN. Ia menyampaikan bahwa sistem ini telah disusun agar dapat berjalan dengan fair atau adil, memberi kesempatan karier yang setara bagi semua pegawai.
“Misalnya, jika seorang pegawai Eselon 4 atau Fungsional ingin naik ke Eselon 3, mereka perlu memiliki pengalaman bekerja di Kantor Pertanahan (Kantah) di berbagai daerah. Ini penting agar mereka memahami permasalahan lapangan dan tidak hanya mengandalkan pengalaman di pusat,” paparnya.
Begitu juga bagi mereka yang ingin naik ke Eselon 2, harus memiliki pengalaman kerja di wilayah lain. Dengan sistem ini, diharapkan jalur karier pegawai dapat berjalan secara transparan dan adil bagi semua pihak.
Pada aspek pengawasan, Menteri Nusron mengimbau Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian ATR/BPN untuk menjalankan tugas pengawasan dengan tegas. Ia menekankan pentingnya keberanian Itjen dalam menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan tata kelola yang baik, manajemen krisis, dan kepatuhan (compliance) berjalan dengan baik di kementerian.
“Dalam pemerintahan, governance, crisis management, dan compliance adalah tiga hal yang sangat penting. Sementara governance berada di tangan masing-masing satuan kerja, Itjen harus berperan dalam crisis management dan compliance. Itjen harus bertindak tegas, sehingga disegani oleh seluruh unit kerja di Kementerian ATR/BPN,” jelasnya.

BACA JUGA: Seorang Siswa SMP di Pangandaran Viral karena Mirip Wakil Presiden Gibran
Kunjungan Menteri Nusron Wahid dan Wakil Menteri Ossy Dermawan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN, seperti pejabat dari Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Inspektorat Jenderal, serta Badan Bank Tanah.
Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi para pimpinan untuk mendengarkan arahan langsung dari Menteri terkait strategi ke depan, serta mengevaluasi langkah-langkah yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, berintegritas, dan berfokus pada pelayanan publik. (Redaksi/infopriangan.com)

