Menteri Kehutanan Tinjau Petak 56 RPH Gadung KPH Ciamis

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Petak 56 RPH Gadung BKPH Banjar Utara KPH Ciamis pada Minggu, 14 September 2025. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting kementerian dalam rangka meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan pengelolaan hutan di wilayah Jawa Barat berjalan sesuai prinsip kelestarian dan keberlanjutan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kehutanan didampingi sejumlah pejabat Perhutani. Administratur/KKPH Ciamis, Deden Yogi Nugraha, hadir bersama Wakil Administratur, Cucu Suhendar. Turut serta pula Kasi PSDH, Mukhlis, serta KSS HKAKP, Yoyo Hidayat. Kehadiran jajaran pejabat tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap agenda kementerian yang berfokus pada perbaikan tata kelola hutan.

Raja Juli Antoni menegaskan bahwa hutan tidak boleh dipandang semata sebagai sumber kayu, melainkan penyangga kehidupan.

“Hutan adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Fungsi ekologisnya lebih besar dari sekadar pemanfaatan hasil kayu. Air, udara bersih, hingga perlindungan keanekaragaman hayati semuanya bergantung pada kelestarian hutan,” ungkapnya.

Menurut Menteri Kehutanan, keberhasilan pengelolaan hutan sangat ditentukan oleh kolaborasi. Ia menekankan bahwa Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar hutan harus berjalan seiring.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat, karena hutan adalah kepentingan bersama,” tambahnya.

Administratur/KKPH Ciamis, Deden Yogi Nugraha, menyambut positif arahan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Petak 56 RPH Gadung merupakan salah satu wilayah strategis dalam program konservasi dan produksi.

“Kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara aspek produksi dan konservasi. Komitmen kami jelas, yaitu menjalankan pengelolaan sesuai aturan dan mengutamakan keberlanjutan,” jelas Deden.

Sementara itu, Wakil Administratur, Cucu Suhendar, menuturkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi hutan. Ia mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk menjawab tantangan di lapangan.

“Kami selalu berupaya memastikan potensi hutan termanfaatkan secara bijak tanpa mengurangi fungsi ekologisnya,” ujarnya.

Kasi PSDH, Mukhlis, menambahkan bahwa aspek pengelolaan hasil hutan bukan hanya soal produksi kayu, melainkan juga pemungutan hasil hutan bukan kayu, seperti getah dan tanaman obat. Hal ini, katanya, bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sedangkan KSS HKAKP, Yoyo Hidayat, menekankan pentingnya pengamanan kawasan hutan dari gangguan, baik berupa pembalakan liar maupun perambahan.

Kunjungan Menteri Kehutanan ini tidak hanya berfokus pada pemantauan kondisi hutan, tetapi juga menjadi ajang dialog dengan jajaran Perhutani terkait strategi jangka panjang. Diskusi tersebut mencakup upaya meningkatkan peran masyarakat, memperkuat program pemberdayaan, serta menjaga keseimbangan antara fungsi lindung, konservasi, dan produksi hutan.

Raja Juli Antoni berharap, kunjungan ini dapat memberikan dorongan semangat bagi jajaran Perhutani di Ciamis. Ia menutup dengan pesan bahwa hutan adalah titipan generasi mendatang.

BACA JUGA: Menteri Kehutanan Kunjungi Kampung Adat Kuta Ciamis

“Kalau kita lalai, anak cucu kita yang akan menanggung akibatnya. Karena itu, mari bersama menjaga kelestarian hutan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dengan komitmen bersama, diharapkan hutan di wilayah Ciamis dan Jawa Barat pada umumnya dapat terus terjaga, memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Redaksi, infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan