Mieling Ngadegna Galuh 1409
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Puncak Peringatan ‘Mieling Ngadegna Galuh 1409’ yang jatuh pada setiap tanggal 23 Maret, digelar di Situs Karangkamulyan, Selasa (23/3/2021).
Rangkaian acara tidak semeriah tahun lalu, karena Pandemi Covid-19 mengharuskan untuk menghindari kerumunan dan senantiasa memperhatikan protokol kesehatan. Untuk itu, tidak ada pagelaran seni yang bisa dipentaskan.
Hadir dalam kesempatan tersebut, utusan Kerajaan Cirebon, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Sukapura, Kota Banjar, Bandung, Banten dan utusan Kabuyutan se-Jawa Barat dan Banten.
Menurut Raja Galuh, Raden H. Rasich Hanif Radinal, dalam situasi yang sedih karena Covid19, ‘Mieling Ngadegna Galuh 1409’ hanya diisi dengan tawasulan dan potong tumpeng.
“Tapi yang terpenting dibalik acara ini, ada nilai spiritualis Galuh yang layak diteladani. Ajaran Islam dan Galuh itu seiring sejalan, tidak ada pertentangan. Laku lampah orang Galuh, harus mencerminkan kemuliaan akhlak,” ujar Hanif.
Raja Galuh berharap, kelak generasi milenial bisa meneruskan estafet spirit kegaluhan dalam tatanan dunia baru seiring perkembangan zaman. Warisan leluhur ini harus dilestarikan.
“Generasi muda Galuh, harus menjadikan sejarah sebagai inspirasi dan kekuatan, untuk masa depan yang lebih baik lagi,” tambah Hanif.
Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis, Dr. H Yat. Rospia Brata menambahkan, kejayaan Galuh di masa depan sangat tergantung kepada kesiapan generasi milenial. Pesan Sejarah ‘Mieling Ngadegna Galuh’ adalah regenerasi kejayaan Galuh di masa yang akan datang.
“Diharapkan, kelak yang memeriahkan acara Mieling Ngadegna Galuh, adalah generasi muda milenial,” ujar Yat Rospia Brata. (Rio/IP)

