MTQH Ke-45 Kabupaten Garut Digelar di Singajaya

infopriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten Garut kembali menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) tingkat kabupaten. Kali ini, Kecamatan Singajaya mendapat kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQH ke-45 tahun 2025.

Acara tahunan ini resmi dibuka Bupati Garut, Abdusy Syakur, pada Kamis (10/4/2025). Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih atas segala upaya yang telah dilakukan. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bagian dari upaya kita menjaga ruh keislaman di tengah masyarakat,” ujar Syakur dalam pidato pembukaannya.

Ia menekankan bahwa kegiatan MTQH bukan hanya soal lomba atau kompetisi semata, melainkan bagian penting dari syiar Islam yang harus terus dirawat dan dijaga eksistensinya. Menurutnya, Al-Qur’an harus dijadikan sebagai pedoman hidup, bukan hanya dibaca di atas mimbar atau saat perlombaan.

“Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi harus dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya menegaskan.

Bupati juga berharap, pelaksanaan MTQH ke-45 ini dapat menjadi momentum memperkuat jati diri religius masyarakat Garut. Ia ingin agar nilai-nilai Qur’ani tidak berhenti hanya di arena lomba, tapi mampu diterjemahkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sosial sehari-hari.

“Garut harus menjadi kabupaten yang lebih kuat, lebih hebat, lebih berkah, serta selalu dalam lindungan dan pertolongan Allah SWT,” tutur Syakur di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Garut, Mekarwati, yang juga menjadi Ketua Panitia MTQH ke-45 menjelaskan bahwa pemilihan Singajaya sebagai tuan rumah telah melewati berbagai tahapan penilaian. Ia menyebutkan, panitia mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, partisipasi masyarakat, serta komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung kegiatan keagamaan.

“Singajaya dipilih bukan tanpa alasan. Mereka memenuhi berbagai kriteria teknis dan non-teknis. Semangat masyarakat di sini sangat luar biasa,” jelas Mekarwati.

MTQH ke-45 ini berlangsung selama enam hari, mulai Rabu hingga Senin, 9–14 April 2025. Total ada 1.207 peserta atau kafilah yang ambil bagian, berasal dari 42 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Garut.

Para peserta akan bersaing di 9 cabang lomba yang terdiri dari 25 golongan. Adapun cabang-cabang yang dilombakan mencakup:

Seni Baca Al-Qur’an (5 golongan)Qira’at Al-Qur’an (3 golongan)Hafalan Al-Qur’an (5 golongan)Tafsir Al-Qur’an (3 golongan)Fahmil Al-Qur’an (2 golongan)Syahril Al-Qur’an (2 golongan)Seni Kaligrafi Al-Qur’an (4 golongan)Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’anHadist (2 golongan)Mekarwati menyebutkan bahwa MTQH tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda Islam yang cinta Al-Qur’an dan Hadist.

“Ini adalah ladang amal bagi kita semua. Anak-anak kita perlu wadah untuk menyalurkan bakat keagamaannya secara terarah dan positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, Pemkab Garut berharap dapat mencetak lebih banyak generasi Qur’ani yang tidak hanya pandai membaca dan menghafal, tetapi juga mampu mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.

BACA JUGA: Shohibul Imam Sosialisasi Empat Pilar di Ciamis

Penyelenggaraan MTQH di Singajaya juga menjadi bukti bahwa daerah pelosok pun mampu menyelenggarakan kegiatan tingkat kabupaten dengan baik. Ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak yang sebelumnya meragukan kesiapan daerah pinggiran sebagai tuan rumah acara besar.

Meski berlangsung di wilayah kecamatan yang jauh dari pusat kota, antusiasme warga terlihat tinggi. Banyak masyarakat hadir menyaksikan pembukaan dan turut memberi dukungan kepada para kafilah. Beberapa stan UMKM lokal pun tampak ramai, menandakan kegiatan ini turut menggairahkan ekonomi warga sekitar.

MTQH ke-45 bukan sekadar ajang lomba keagamaan, tapi juga refleksi kolektif tentang bagaimana umat Islam di Garut menjaga hubungan spiritual dan sosialnya dengan Al-Qur’an. Tantangannya ke depan adalah memastikan semangat ini tidak berhenti di panggung acara, tetapi terus tumbuh di kehidupan sehari-hari. (Liklik Sumpena/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan