Nanang Permana Tanami Gunung Calung Dengan Buah – Buahan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Nanang Permana, berharap area di Gunung Calung yang ada di Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat di tanami buah – buahan oleh masyarakat sekitar.
Hal tersebut diungkapkan Nanang Permana saat menghadiri kegiatan pencanangan hutan pangan dalam rangka merehabilitasi gunung gundul yang di laksanakan di sekitar Gunung Calung.
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, sebelumnya masyarakat sekitar, beserta pemerintah setempat sudah menyepakati bahwa Gunung Calung akan di tanami oleh pohon buah, bukan pohon yang nantinya menghasilkan kayu.
“Karena sudah jelas, selain manfaat ekonimis masyarakat bisa memetik buah, ekosistem di gunung tersebut pun akan tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.
Nanang juga mengkhawatirkan, jika keadaan gunung tersebut gundul dan di biarkan, takutakan terjadi longso.
Nanang juga memberikan apresiasi kepada masyarakat sudah menginisiasi gerakan menanam pohon buah di sekitar area Gunung Calung.
“Saya sangat mengapresiasi dengan semangat masyarakat yang ingin melestarikan keseimbangan ekosistem alam khususnya di wilayah pegunungan,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut Nanang juga menjelaskan ada beberapa bibit pohon buah yang di tanam. Buah alpukat, jeruk, serta durian.
“Harapan saya, dengan adanya penanaman ini, sumber air di wilayah pegunungan ini terpelihara, dan masyarakat bisa menikmati nilai ekonomis dari hasil panen pohon buah tersebut,” tuturnya.
Nanang juga mengajak masyarakat untuk ikut memelihara keseimbangan ekosistem alam dan menanam pohon yang nantinya menghasilkan buah.
“Silahkan jika ada masyarakat yang mau ikut berkontribusi dalam gerakan tersebut. Namun dengan catatan mereka harus menanam pohon buah, bukan pohon yang nantinya hanya menghasilkan kayu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cicapar, Imat Ruhimat mengatakan, saat ini ada sekitar 15 hektare lahan yang bisa di tanami oleh pohon buah.
“Saat ini status tanah tersebut berdasarkan SK dari kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, di kelola oleh KTH pasopati hokben nusantara, selama 30 tahun dengan total lahan sebanyak 214 hektare,” terangnya.
BACA JUGA: Pendemo: Batalkan Pinjaman 350 Milyar ke Bank
Imat berharap masyarakat bisa memanfaat kan secara maksimal lahan tersebut agar bermanfaat bagi kehidupan di masa depan.
“Alasan kenapa konsep bertajuk hutan pangan yaitu agar kondisi lahan di sekitar gunung tersebut tidak sampai gundul seperti sekarang,” pungkasnya. (Revan/IP)

