Opera Ciung Wanara Dorong Pariwisata Ciamis
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) terus menggencarkan berbagai agenda seni dan budaya sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata daerah. Salah satu acara yang mencuri perhatian publik adalah pagelaran Opera Gending Karesmen Ciung Wanara yang diselenggarakan di Amphiteater Pusat Budaya Karangkamulyan. Senin, (30/12/2024).
Kepala Disbudpora Ciamis, H. Dadang Darmawan, menyampaikan bahwa penguatan sektor pariwisata melalui seni budaya masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian daerah. Menurutnya, pembangunan Amphiteater Pusat Budaya Karangkamulyan telah menjadi langkah penting dalam menarik lebih banyak wisatawan.
“Amphiteater ini kini menjadi ikon baru pariwisata Ciamis. Setiap pagelaran selalu berhasil menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Bahkan, beberapa wisatawan mancanegara pun ikut menyaksikan pertunjukan ini,” ujar H. Dadang.
Dia menambahkan bahwa Pemkab Ciamis melalui Disbudpora akan terus memperbanyak agenda seni dan budaya yang digelar secara rutin di kawasan wisata Karangkamulyan. Tujuannya, selain untuk menjaga kelestarian budaya, juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Sekretaris Disbudpora Ciamis, Rd. Ega Anggara Al Kautsar, menjelaskan bahwa Opera Gending Karesmen Ciung Wanara kali ini memiliki daya tarik tersendiri karena digelar menjelang pergantian tahun. Menurutnya, acara tersebut berhasil menarik perhatian tidak hanya masyarakat lokal tetapi juga pengunjung dari daerah sekitar seperti Kota Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami bahkan melihat beberapa wisatawan mancanegara yang kebetulan melintas ke Pangandaran, sengaja berhenti dan menyaksikan pertunjukan ini. Mereka tampak antusias dan tetap bertahan hingga acara selesai,” kata Ega.
Pagelaran tersebut menghadirkan berbagai elemen seni tradisional khas Ciamis. Tarian, musik tradisional, dan akting para pemain berhasil memukau penonton sepanjang acara berlangsung. Yang menarik, pertunjukan ini tidak diperankan oleh seniman profesional, melainkan oleh para pegawai Disbudpora Ciamis.
Opera Gending Karesmen Ciung Wanara mengangkat kisah epik tentang tokoh legendaris dari Tatar Galuh, yaitu Ciung Wanara. Legenda ini bercerita tentang seorang anak yang lahir dari intrik politik di Kerajaan Galuh, kemudian tumbuh menjadi sosok yang bijaksana dan penuh keberanian.
Dalam ceritanya, Ciung Wanara tumbuh di bawah asuhan seorang petani sederhana. Ketika dewasa, ia mengetahui asal-usulnya dan bertekad merebut haknya sebagai pewaris sah takhta Kerajaan Galuh. Dengan kecerdikan dan keberaniannya, ia memenangkan pertarungan sabung ayam melawan raja dan berhasil memperoleh setengah dari kerajaan sebagai haknya.
Namun, konflik tak dapat dihindari ketika saudaranya, Hariang Banga, menolak menerima keputusan tersebut. Perang saudara pun pecah, tetapi pada akhirnya kedua pihak menyadari bahwa perdamaian lebih penting daripada pertikaian.
“Kisah ini sarat dengan pesan moral tentang kepemimpinan, keadilan, dan pentingnya menjaga persatuan. Kami berharap cerita ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ungkap Ega.
Acara ini tidak hanya berhasil menyampaikan pesan moral dari legenda Ciung Wanara, tetapi juga menjadi panggung apresiasi bagi para seniman lokal. Kreativitas para pegawai Disbudpora yang memerankan tokoh-tokoh dalam legenda tersebut patut diapresiasi.
Penonton tampak terpukau dengan penampilan yang penuh dedikasi. Tepuk tangan meriah pun bergema di akhir acara sebagai bentuk apresiasi dari masyarakat yang hadir.
Salah satu penonton, Siti (34), mengungkapkan rasa kagumnya setelah menyaksikan pagelaran tersebut. “Ini pertama kalinya saya menonton pertunjukan seperti ini di Ciamis. Sangat menghibur dan sarat makna. Semoga acara seperti ini terus diadakan,” ujarnya.
Melihat kesuksesan acara tersebut, H. Dadang memastikan bahwa pagelaran seni budaya akan terus menjadi agenda rutin di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, sektor seni budaya bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga alat penting untuk mempromosikan potensi pariwisata dan mendorong ekonomi inklusif.
BACA JUGA: Wisatawan Pilih Berkemah di Pangandaran Sambut 2025
“Kami berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga dan melestarikan seni budaya lokal. Selain itu, pariwisata berbasis budaya dapat menjadi sektor unggulan bagi Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.
Pagelaran Opera Gending Karesmen Ciung Wanara bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ciamis. Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, seni budaya lokal akan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (Mamay)

