ORARI Banjar Perkuat Peran Komunikasi Kebencanaan
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Banjar menggelar Musyawarah Lokal (Muslok) ke-VI pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Banjar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi ORARI sebagai pilar komunikasi alternatif, khususnya dalam penanggulangan bencana dan pelayanan informasi publik.
Musyawarah tersebut dipandang bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi peran ORARI di tengah tantangan perkembangan teknologi komunikasi dan meningkatnya risiko bencana. Hal itu tercermin dari tema yang diusung, yakni “Kita Tingkatkan Profesionalisme Anggota ORARI Menuju Kemandirian dan Berdaya”.
Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ORARI memiliki peran vital dalam mendukung pemerintah daerah, terutama saat terjadi kondisi darurat. Ia menilai keberadaan ORARI selama ini terbukti mampu menjadi solusi ketika sistem komunikasi konvensional tidak dapat berfungsi secara optimal.
“ORARI selama ini selalu berada di depan dalam urusan kebencanaan. Saat komunikasi lain terputus, ORARI justru hadir membantu pemerintah dan masyarakat,” ujar Sudarsono.
Ia menegaskan, keandalan ORARI tidak hanya terletak pada perangkat komunikasi yang dimiliki, tetapi juga pada kesiapan dan kedisiplinan sumber daya manusianya. Oleh karena itu, Musyawarah Lokal ke-VI ini dinilai menjadi ruang penting untuk merumuskan langkah-langkah konkret agar ORARI semakin profesional dan responsif.
“Musyawarah ini jangan hanya menghasilkan kepengurusan, tetapi juga gagasan dan komitmen untuk menghadapi situasi darurat yang semakin kompleks,” katanya.
Lebih lanjut, Sudarsono menyoroti bahwa potensi bencana di daerah menuntut kesiapan komunikasi yang berlapis dan berkelanjutan. Ia berharap kepengurusan ORARI ke depan mampu bekerja lebih proaktif melalui pelatihan, simulasi, serta koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kecepatan dan ketepatan informasi saat bencana sangat menentukan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Tidak hanya dalam konteks kebencanaan, Wali Kota Banjar juga menilai ORARI memiliki peran strategis dalam situasi normal. Menurutnya, ORARI dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung penyampaian informasi publik, terutama di wilayah atau kondisi tertentu yang membutuhkan komunikasi alternatif.
“Komunikasi bukan hanya dibutuhkan saat bencana. Dalam kondisi normal pun, ORARI bisa berperan sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA: Pramuka Ciamis Kukuhkan Satuan dan Organisasi Masa Bakti 2025–2030
Musyawarah Lokal ke-VI ORARI Kota Banjar juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya. Para anggota melakukan pembahasan program kerja, penguatan kelembagaan, serta konsolidasi internal guna meningkatkan soliditas organisasi. Forum ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga visioner dan berorientasi pada pelayanan sosial.
Melalui musyawarah ini, ORARI Lokal Kota Banjar diharapkan semakin berdaya sebagai organisasi komunikasi yang andal secara teknis, profesional dalam bertindak, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan masyarakat dan pembangunan daerah. Ke depan, sinergi yang kuat antara ORARI dan Pemerintah Kota Banjar menjadi kunci dalam membangun sistem komunikasi yang tangguh dan berkelanjutan. (Johan)

