Panen Perdana DKP3 Banjar Perkuat Benih Unggul

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar melaksanakan panen Musim Tanam I (MT I) periode Oktober–Maret 2025 di UPTD Balai Benih dan Bibit pada Selasa (13/1/2026). Panen tersebut menjadi panen perdana pada musim tanam pertama tahun 2026 sekaligus bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ketersediaan benih padi unggul bersertifikat bagi petani.

Kepala DKP3 Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, menyampaikan bahwa panen dilakukan di lahan milik pemerintah daerah seluas kurang lebih tiga hektare yang dikelola oleh UPTD Balai Benih dan Bibit. Dari hasil ubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas padi di lahan tersebut mencapai rata-rata 6,4 ton per hektare.

“Kalau dikalikan dengan luas lahan yang ada, produksi gabah kering panen hampir mencapai 20 ton,” ujarnya.

Yoyon menjelaskan, capaian tersebut dinilai cukup baik untuk panen perdana musim tanam pertama tahun ini, terlebih panen difokuskan bukan semata pada jumlah produksi, tetapi juga pada kualitas hasil. Menurutnya, lahan ini memang dipersiapkan sebagai sentra produksi benih, bukan sekadar sawah produksi konsumsi.

“Ini panen awal dan hasilnya cukup menggembirakan,” kata Yoyon.

Yoyon menuturkan, varietas padi yang dipanen terdiri dari Sunggal, Mekongga, dan Inpari 49. Ketiga varietas tersebut dipilih karena memiliki produktivitas tinggi, adaptif terhadap kondisi agroklimat Kota Banjar, serta relatif tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman.

“Varietas-varietas ini sudah terbukti cocok dikembangkan di wilayah Kota Banjar,” ujarnya.

Yoyon menegaskan bahwa hasil panen tersebut tidak akan langsung dilepas sebagai gabah konsumsi, melainkan akan diproses lebih lanjut untuk menjadi benih padi unggul bersertifikat. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian benih di tingkat lokal.

“Fokus kami bukan hanya panen gabah, tetapi bagaimana menghasilkan benih yang berkualitas dan bisa dimanfaatkan petani,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yoyon menyampaikan bahwa ketergantungan petani terhadap benih dari luar daerah masih cukup tinggi dan perlu dikurangi secara bertahap. Dengan adanya produksi benih dari pemerintah daerah, diharapkan petani memiliki akses terhadap benih yang mutunya terjamin dan sesuai dengan kondisi lokal.

“Kami ingin petani menggunakan benih bersertifikat yang jelas asal-usul dan kualitasnya,” katanya.

Yoyon bahkan menyebutkan bahwa ke depan DKP3 Kota Banjar menargetkan benih hasil produksi tersebut dapat didistribusikan secara gratis kepada petani. Menurutnya, kebijakan ini penting untuk mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

“Target kami, benih ini bisa diberikan gratis kepada petani,” ucap Yoyon.

BACA JUGA: PKK Pusakanagara Gelar Pelatihan Mini Parcel Kreatif Kemandirian Anggota

Panen tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar Hj. Hetti Puspitawati Sudarson, perwakilan BPS, Pupuk Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Ketua KTNA Kota Banjar Abdul Kholik Ibrahim. Kehadiran lintas sektor ini dinilai sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat pembangunan pertanian daerah.

Melalui panen MT I ini, DKP3 Kota Banjar berharap pengembangan benih unggul lokal dapat menjadi fondasi peningkatan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi petani secara berkelanjutan. (Johan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan