Panen Perdana Melon Cimari Perkuat Ketahanan Pangan

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Launching panen melon perdana yang digelar Bumdes Tirta Rancabala Desa Cimari pada Minggu (30/11/2025) menjadi momentum penting bagi desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menampilkan produk unggulan lokal. Acara yang berlangsung di area green house Dusun Ranjirata RT 16, Kecamatan Cikoneng itu disebut sebagai bukti nyata bahwa desa mampu mengelola inovasi pertanian secara mandiri dan terukur.

Kepala Desa Cimari, Riky Aryana, menyampaikan bahwa Bumdes Tirta Rancabala kini menaungi beberapa kelompok usaha produktif. Ia menjelaskan bahwa kelompok Pemuda Tani Milenial Amanda fokus pada budidaya melon dan timun, kelompok Trimukti menangani padi, sedangkan kelompok LIN mengembangkan peternakan domba. Menurutnya, struktur usaha ini menjadi fondasi penting dalam mendorong ekonomi masyarakat desa.

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302

“Alhamdulillah, dengan kemauan dan keyakinan, hari ini kami bisa melaksanakan panen melon perdana. Ini bukti bahwa program ketahanan pangan berjalan dengan baik,” ujar Riky.

Riky juga menerangkan bahwa program ketahanan pangan Desa Cimari mendapatkan dukungan Dana Desa 2025 sebesar Rp217 juta, dengan alokasi 20 persen sebagai penyertaan modal Bumdes. Dana tersebut disalurkan kepada kelompok-kelompok budidaya sebagai langkah penguatan ekonomi lokal. Ia menegaskan bahwa penggunaan dana tersebut diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Harapan untuk memperluas area green house pada tahun mendatang juga disampaikan Riky.

“Jika hasilnya baik seperti sekarang, insya Allah tahun depan luasannya bisa ditambah sehingga perekonomian masyarakat ikut meningkat,” kata Riky.

Namun Riky mengakui ada tantangan terkait pemenuhan pasokan untuk dapur program MBG. Menurutnya, melon premium hasil panen saat ini belum dapat diserap oleh MBG karena harga tidak sesuai standar pembelian.

“Harga melon mencapai Rp25 ribu per kilogram dengan berat rata-rata 1,5 kilogram, sehingga belum masuk kategori pembelian MBG,” jelasnya.

Meski demikian, Riky menekankan pentingnya rantai pasok pangan yang mengutamakan produk petani lokal.

“Jika Desa Cimari atau wilayah lain membutuhkan pasokan dari petani lokal, kami siap saling mendukung. Mari sukseskan program ini bersama,” tegasnya

Direktur Bumdes Tirta Rancabala, H. Dadang Kadarusman, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan komoditas melon sebagai ikon desa. Ia menuturkan bahwa kualitas melon Cimari harus dikenal dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ini baru launching pertama. Ke depan kami akan memperluas green house agar hasil panen terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku ketahanan pangan sekaligus penanggung jawab budidaya melon, Agus Heryanto, melaporkan bahwa panen perdana menghasilkan 3 kuintal melon dari 336 pohon. Tiga varietas Amanda, Golden Luna, dan Golden Cantelope dibudidayakan menggunakan media tanam campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk organik. Agus menjelaskan bahwa penjualan saat ini dilakukan dengan sistem petik sendiri dan mengutamakan masyarakat sekitar sebelum menjual ke luar desa.

BACA JUGA: Sekda Ciamis Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113

“Ke depan kami ingin fokus pada satu varietas terbaik setelah masa uji coba ini,” katanya.

Keberhasilan panen perdana ini menjadi gambaran bahwa Desa Cimari mampu mengelola program pemerintah secara produktif dan terukur. Dorongan pemerintah desa terhadap inovasi pertanian dinilai mampu memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. Panen ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan yang lebih besar dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan warga. (Eddy)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan