Pasanggiri Ujang Nyai Ajarkan Budaya Sejak Dini

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai budaya Sunda sejak dini, Sanggar Kresida Gerak Mentasi kembali menggelar kegiatan Pasanggiri Ujang Nyai untuk yang ke-8 kalinya.

Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis pada 15 Juni 2025, dan diikuti oleh anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD/TK hingga SMP.

Pasanggiri ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan anak-anak dalam mengenakan pakaian adat dan menunjukkan sikap sopan santun khas Sunda, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter, mental, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Menurut Ketua Penyelenggara dari Sanggar Kresida Gerak Mentasi, kegiatan ini sangat penting untuk mendidik anak usia dini agar mengenal adat Sunda dan menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap sehari-hari.

“Kami berharap Pasanggiri Ujang Nyai ke-8 ini menjadi sarana pembinaan bagi anak-anak, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal yang berasal dari tatar Galuh Ciamis. Ini bukan hanya lomba, tapi bagian dari proses pendidikan karakter,” ujar ketua penyelenggara Gerak Mentasi.

Gerak menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang persiapan bagi para peserta untuk mengikuti kompetisi tingkat Jawa Barat dalam ajang Moka Alit atau Ujang Nyai tingkat provinsi.

Tidak hanya itu, Gerak Mentasi juga mengajak masyarakat, terutama para orang tua, untuk berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini.

“Kami sangat berharap ada dorongan dari orang tua agar anak-anak mereka mau ikut serta dalam kegiatan budaya seperti ini. Tanpa dukungan keluarga, pembinaan karakter melalui budaya akan sulit terwujud,” pungkasnya.

Pasanggiri Ujang Nyai juga menjadi bagian dari rangkaian acara memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-383. Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap kearifan lokal, acara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta dan guru pendamping. Salah satu guru dari peserta tingkat SD mengatakan bahwa ajang ini sangat bermanfaat bagi anak-anak.

“Mereka jadi belajar menghargai budaya sendiri. Selain itu, kepercayaan diri mereka juga meningkat karena harus tampil di depan umum dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Para peserta tampil mengenakan pakaian adat Sunda lengkap, berjalan anggun, dan menunjukkan sikap sopan santun yang menjadi nilai utama dalam kegiatan ini. Tidak sedikit dari mereka yang tampak percaya diri meskipun masih berusia sangat muda.

BACA JUGA: Latber BMX Racing 2025, Ajang Seleksi Atlet Kejurnas

Rangkaian penilaian dalam Pasanggiri ini meliputi penampilan, tutur kata, sikap, serta pemahaman terhadap adat Sunda. Pemenang dari masing-masing kategori usia nantinya akan mewakili Kabupaten Ciamis di ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Dengan terselenggaranya Pasanggiri Ujang Nyai ke-8 tahun 2025 ini, diharapkan pembinaan budaya dan karakter anak-anak Ciamis semakin kuat. Harapannya, anak-anak ini kelak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, berbudaya, dan menghormati orang tua serta leluhur mereka. (Yana, infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan