Pedagang Pasar Panineungan Dukung Pembangunan Koperasi Desa

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Mayoritas pedagang di Pasar Panineungan, Desa Purwajaya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka menilai, kehadiran koperasi dapat menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perkembangan pasar tradisional yang selama ini tumbuh tanpa penataan yang memadai.

Para pedagang berharap, pembangunan KDMP tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga mampu memperlancar mata rantai pasokan dan distribusi kebutuhan pasar, khususnya komoditas sayuran yang menjadi sektor utama di pasar tersebut. Beberapa pedagang menyampaikan bahwa mereka memiliki harapan besar terhadap koperasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pasar produk-produk desa.

Salah seorang pedagang sayuran mengatakan bahwa pihaknya sejak awal mendukung rencana pembangunan tersebut.

“Mungkin dengan dibangunnya KDMP di sini, keberadaan Pasar Panineungan bisa lebih maju dari sekarang,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa yang dibutuhkan pedagang bukan sekadar tempat berjualan, melainkan juga sistem yang lebih tertata serta adanya lembaga yang dapat mendukung kegiatan ekonomi mereka.

Pedagang tersebut menjelaskan bahwa mayoritas pelaku usaha di pasar Panineungan tidak merasa terganggu dengan kabar pembangunan koperasi. Ia bahkan menilai, kehadiran KDMP bisa menjadi momentum bagi pemerintah desa untuk melakukan pembenahan yang selama ini diharapkan.

“Selama ini kami hanya menumpang di tanah desa untuk aktivitas berdagang. Dan saya berharap ke depannya ada penataan agar pasar ini terlihat lebih nyaman,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa memang sempat muncul keresahan di kalangan pedagang akibat isu-isu yang berkembang mengenai pembangunan koperasi. Namun setelah pemerintah desa memberikan penjelasan secara langsung, kekhawatiran tersebut mulai mereda.

“Maklum, banyak yang awam. Setelah mendapatkan informasi yang jelas, akhirnya mereka mengerti dan siap mendukung,” tambahnya.

Sementara itu, Solihin, salah seorang pedagang somay, mengaku hingga kini aktivitas dagangnya masih berjalan seperti biasa. Ia mengungkapkan bahwa tidak ada gangguan signifikan meski proses persiapan pembangunan telah dimulai.

“Saya masih tetap berdagang seperti biasa, dan saya pribadi mendukung adanya koperasi yang diharapkan bisa menambah ekonomi warga di sini,” ungkapnya.

Solihin juga mengakui bahwa kios tempat ia berjualan termasuk yang akan ditertibkan untuk kepentingan pembangunan gedung KDMP. Namun ia mengaku memilih menghadapi situasi ini dengan lapang dada karena sadar menempati lahan desa.

“Saya legowo. Tapi saya berharap nanti ada lokasi baru untuk saya berjualan,” ujarnya.

Solihin juga menuturkan bahwa sebelumnya para pedagang sebenarnya telah sepakat melakukan penertiban secara sukarela sehari setelah sosialisasi dilakukan oleh pemerintah desa. Menurutnya, pemdes pun siap membantu proses tersebut agar berjalan lancar. Namun ia merasa heran ketika beberapa hari kemudian situasi berubah menjadi ricuh akibat munculnya berbagai isu.

BACA JUGA: Pelantikan PPPK Tahap II Kemenag Jabar Perkuat ASN

“Kami juga kaget, entah kenapa empat hari kemudian jadi ricuh, ditambah isu-isu yang kurang enak didengar,” katanya.

Dukungan mayoritas pedagang ini menjadi penanda bahwa pembangunan KDMP dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan peluang untuk menciptakan pasar yang lebih tertata dan memberikan manfaat bagi ekonomi lokal.

Kini para pedagang menunggu langkah konkret pemerintah desa agar penataan dapat berjalan baik tanpa mengganggu penghidupan masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan pendapatan di Pasar Panineungan. (Revan, Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan