Pelayanan Kantor Desa Cibadak Ditutup Sementara
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pelayanan di Kantor Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis Jawa Barat ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena Kepala Desa serta seluruh perangkat desa telah di dilakukan tes swab oleh tim kesehatan dari Puskesmas Banjarsari.
Pendi Sekretaris Desa Cibadak mengatakan, meski hasil dari test swab tersebut belum keluar pelayanan akan di tutup sementara. Demi menjaga sesuatu hal yang tidak di inginkan.
“Penutupan dilaksanakan tanggal 25 februari sampai 3 maret 2021. Tujuanya untuk mensterilkan Kantor Desa. Selanjutnya kami akan melakukan penyemprotan cairan disenfektan,” jelasnya. Kamis, (25/02/2021)
Test swab yang dilakukan oleh Puskesmas Banjarsari kepada Kepala Desa dan seluruh perangkat desa diduga lantaran mereka sempat menjalin kontak erat dengan seseorang yang terkonfirmasi positive Covid-19.
“Pak Babinmas desa kami terkonfirmasi positive Covid-19, kemungkinan itu salah satu penjelasan dilakukannya swab. Selain itu salah seorang perangkat desa kami sempat memiliki riwayat kontak erat dengan beliau,” ujarnya.
“Selain itu Kasi Pelayanan pernah mengikuti rapat di Desa Ratawangi. Sedangkan Kepala Desa dan satu Kepala Dusun di desa itu positive Covid 19. Jadi kemungkinan itu pula alasan dilakukannya tes swab,” tuturnya.
Sementara itu Camat Banjarsari Dedi Iwa Saputra mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya penutupan pelayanan masyarakat di kantor Desa Cibadak.
“Saya belum tahu bahwa pelayanan untuk masyarakat di kantor Desa Cibadak ditutup sementara. Karena sampai saat ini kami dari kecamatan belum memiliki tembusan atau pemberitahuan dari pemdes setempat” katanya.
Dedi menyesalkan kepada Pemerintah Desa yang seharusnya memberi tembusan atau pemberitahuan dahulu kepada pihak Kecamatan sebelum memutuskan akan dilakukan penutupan sementara pelayanan di desanya.
“Kita contohkan Desa Ratawangi dan Desa Ciulu, saat kedua desa tersebut akan melakukan penutupan pelayanan masyarakat, sebelumnya ada pemberi tahuan dulu kepada kami, walaupun kita kembalikan lagi kepada mereka untuk keputusannya,” tegasnya.
“Sebenarnya pelayanan terhadap masyarakat tetap bisa berjalan kalau hanya untuk mensterilkan kantor Desa. Misalkan dengan disiasati pelayanannya dialihkan ke tempat lain atau dengan cara lain. Karena ini hubungannya dengan masyarakat,” terangnya.
Di lain pihak Kepala Puskesmas Banjarsari, Emay Marlina mengatakan pihaknya menyebut seluruh Perangkat Desa Cibadak dan Kepala Desanya telah dilakukan test swab di Puskesmas.
“Hari ini ada delapan Perangkat termasuk Kepala Desa yang di swab, sebelumnya ada dua orang perangkat yang sudah menjalani swab tets,” tuturnya.
“Yang gejala sementara ada tiga orang, namun kita belum tahu hasilnya apakah mereka positive atau tidak. Nanti kita tunggu saja hasil swabnya tiga sampai lima hari,” pungkasnya. (Rizky/IP)

