Pelayanan Puskesmas Banjarsari Dikeluhkan Warga

infopriangan.com, BERITA CIAMIS.  Pelayanan di Puskesmas Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tentang penanganan Covid-19 di keluhkan warga.

Pasalnya ada dugaan pihak puskesmas langsung begitu saja memasukan pasien ke ruang isolasi covid 19. Tanpa dilakukan serta menunggu terlebih dahulu pengecekan dengan Antigen ataupun PCR.

Seperti yang dialami oleh Tike Setiawati warga Dusun Neglasari, Desa Banjarsari Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Suami Tike, Nana Heryana juga mengatakan dirinya mengantar istri ke Puskesmas Banjarsari, agar istrinya tersebut mendapatkan infusan. Karena penyakit yang dialaminya.

“Saya pulang dulu ke rumah, pas di Puskesmas Banjarsari, saya kaget kenapa istri saya di masukan ke ruang isolasi,? Posis ruangan isolasi tersebut di kunci dan tidak ada fentilasi,” katanya.

Nana juga mengatakan, dirinya sempat menanyakan kenapa ruangan tidak ada pentilasi. Nakes disitu menjelaskan alasan tidak ada pentilasi karena di ruangan itu ada AC, sedangkan AC itu tidak berfungsi.

“Yang di khawatirkan saya, di ruang isolasi itu itu ada pasien yang terpapar Covid-19,   gaimana kalau istri saya jadi malah tertular covid? Sedangkan hasil Swab PCR,atau antigen belum ada.” ujarnya.

Karena takut istrinya terpapar Covid-19, Nana langsung mengajak istrinya pulang. “Istri saya sudah dua hari berada di ruang isolasi. Namun saat akan pulang petugas puskesmas menyuruh ia membayar uang sebesar 540 ribu untuk biaya isolasi,” ungkapnya. .

Nana juga memaparkan kondisi dirinya pada saat itu saat itu sedang tidak ada uang. Selanjutnya Nana pinjam kepada temanya.

“Ya, untuk membayar administrasi ke puskesmas saya pinjam kepada teman. Malahan kwitansinya masih ada tersimpan,” ucapnya.

Setelah beberapa hari istri di bawa pulang, hasil pemeriksaan Swab istrinya tersebut baru keluar, dan hasil nya menyatakan bahwa istrinya negatif covid-19.

“Saya meminta tolong lah, pihak puskesmas jangan dulu memasukan pasien ke ruang isolasi sembarangan, ebelum di cek, takutnya nanti pasien yang gejala awalnya tidak menunjukan Covid-19 malah jadi terserang. Karena berada dalam satu ruangan dengan pasien yang bergelaja covid” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Banjarsari Emay Marlina, saat ditemui di tempat kerjanya mengatakan, pihaknya membantah dengan adanya tuduhan bahwa pihak Puskesmas Banjarsari telah sembarangan memasukan pasien ke ruang isolasi tanpa dilakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Sebelumnya pasien itu, sempat melakukan kontak erat dengan orang yang amnosmia (hilang indra penciuman) dan disini kita lakukan dulu penanganan seperti pengecekan, karena pasien mengalami sesak dan setelah di cek menggunakan oksigentri ternyata saturasinya turun,” ungkapnya.

“Melihat gejala yang di alami pasien itu mengarah ke Covid-19, makanya kita masukan ke ruang isolasi. Setelah kondisinya bagus, dia kami pulangkan,” katanya.

“Sekarang kalau kita tunggu dulu hasil dari pengecekan PCR keluarnya lama bisa sampai dua minggu. Perlu d ketahui pasien yang masuk ruang isolasi itu tidak semua hasil nya menunggu positif,” tuturnya.

Masih menurut Emay pihaknya mengatakan dalam penanganan Covid-19 di Puskesmas Banjarsari, dengan lantang ia menyebutkan tidak pernah meminta sepeserpun kepada pasien untuk membayar administrasi.

BACA JUGA: Tukang Cilok Nangis Saat Didatangi Sejumlah Polisi

“Jika ada kwitansinya mana? Bawa kesini, saya ingin melihatnya secara langsung, karena saya selalu menekan kepada staf pegawai disini untuk tidak meminta uang kepada pasien, ” tambahnya.

BACA JUGA: Polres Ciamis Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Hal yang menarik terjadi, ketika saat itu datang salah seorang keluarga dari Tike yang membawa bukti pembayaran berupa kwitansi dan menyerahkan secara langsung ke kepala puskesmas. Setelah membaca isi kwitansi tersebut kepala puskesmas seketika ia langsung kaget dan meinta maaf.

BACA JUGA: Kapolsek Banjarsari Hadiri Rakor Muspika

“Saya atas nama pribadi juga intansi disini meminta maaf atas keteledoran yang di buat, dan kami akan mengembali uang milik pasien sesuai nominalnya ” pungkasnya. (Rizky/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan