Pembangunan Rehab Dinding Sungai Ciputrahaji Jangan Menimbulkan Kerugian Masyarakat
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga bantaran irigasi Sungai Ciputra haji yang ada di Desa Sindangsari Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kirim surat kepada pemerintah meminta adanya pembangunan rehab dinding jangan sampai menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Pada surat yang di serahkan melalui pemerintah desa tersebut berisikan keluhan dari masyarakat mengenai tidak adanya suplai air dari Sungai Ciputra haji akibat di tutupnya cek dam pasca adanya pembangunan rehab dinding sehingga di sepanjang irigasi menimbulkan bau busuk.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Sindangsari, Ade Supriatno mengatakan, pada surat keluhan tersebut terdapat beberapa poin yang di hasilkan dari aspirasi masyarakat sekitar bantaran irigasi di antaranya terdapat polusi udara serta bau menyengat pasca tidak adanya air mengalir di sepanjang irigasi.
“Ada empat point yang kami sampaikan, dan tentunya point-point tersebut berdampak kepada gangguan kesehatan, serta aktivitas warga di sepanjang aliran irigasi,” ungkapnya.
Ade juga menambahkan, pasca tidak adanya suplai air dari sungai ciputrahaji, saat ini kondisi di sepanjang irigasi tersebut sangat tidak nyaman untuk di lalui oleh masyarakat.
“Selain bau busuk, tumpukan sampah juga sangat mengganggu, dan hal ini pun sempat menjadi keresahan warga sekitar bantaran irigasi,” terangnya.
Ade juga mengatakan, sebenarnya kondisi yang di alami warga tersebut sudah berlangsung sejak lama bahkan hal itu terjadi sebelum adanya pembangunan rehab dinding yang saat ini sedang berlangsung pengerjaannya.
“Tentunya kejadian ini cukup menimbulkan kegaduhan dari masyarakat sekitar, dan saya harap ada solusi terbaik yang akan di ambil oleh pemerintah sebelum nanti nya malah warga sekitar bantaran ini malah melakukan hal hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Lanjut Ade menambahkan, sebenarnya pihaknya juga tidak melakukan penolakan terhadap adanya pembangunan yang saat ini dilakukan oleh pemerintah. Namun ia berharap adanya pembangunan tersebut tidak sampai merugikan masyarakat.
“Apalagi sebelumnya kami tidak mendapatkan dulu adanya kegiatan sosialisasi baik itu dari pemerintah maupun pihak ke tiga,” terangnya.
Ade juga menambahkan, saat ini warga menginginkan adanya normalisasi di sepanjang bantaran irigasi, hal itu di karenakan pengerukan lumpur, serta sampah merupakan salah satu solusi terbaik yang di harapkan oleh warga.
“Jika kondisi ini di biarkan terus menerus, kami khawatir akan menimbulkan keresahan lebih masif yang dilakukan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sindangsari, Darusman mengatakan, pasca menerima surat dari masyarakat tersebut, pihaknya berencana akan segera berkoordinasi dengan tingkat yang lebih atas baik dengan kecamatan, Kabupaten, maupun Provinsi.
“Saat ini kami sedang menunggu jawaban dari pemerintah yang lebih atas mengenai keluhan dari warga tersebut. Mudah mudahan secepatnya ada solusi terbaik,” jelasnya.
BACA JUGA: Musisi Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina di Kedubes AS
Darusman juga mengatakan, saat ini memang kondisi di sekitar bantaran irigasi tersebut terbilang sangat parah, selain banyak nya tumpukan sampah, bau busuk juga di khawatirkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan terutama anak-anak.
“Pembersihan irigasi tersebut dari tumpukan sampah, juga termasuk salah satu penanganan stunting. Maka dari itu saya harap pemerintah bisa memberikan solusi terbaiknya,” pungkasnya. (Rizky, Revan/infopriangan.com)

