Pemdes Bangunharja Fokus Perbaiki Jalan Rawa Onom Sukaharja

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, kini tengah serius membangun infrastruktur desa dengan fokus utama pengecoran Jalan Rawa Onom di RT 08/RW 02 Dusun Sukaharja. Proyek tersebut menggunakan dana desa tahun 2025 senilai Rp58.221.000.

Pembangunan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses dan kualitas jalan yang selama ini menjadi kendala warga, khususnya petani dan pelaku usaha lokal.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin, ketika ditemui di lokasi proyek pada Kamis (29/05/2025), menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata soal fisik jalan, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan warga dan keberlanjutan lingkungan.

“Peningkatan jalan ini sangat penting karena akan memperlancar aktivitas ekonomi warga sekaligus menjaga ekosistem yang ada,” ujarnya.

Desa Bangunharja memang memiliki karakteristik unik, yakni berperan sebagai penyangga ekosistem sekaligus wilayah yang menjanjikan dari sisi pertanian dan potensi wisata alam.

Kondisi tersebut membuat pemerintah desa harus cermat dalam merencanakan pembangunan agar tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan mendorong ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Desa Bangunharja Carikin mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus dipandang dari dua sisi, bukan hanya soal fisik yang tampak, tapi juga rencana jangka panjang yang memperhatikan dampak lingkungan.

Menurut Carikin hal ini penting agar program pembangunan bisa membawa manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. Ia menyatakan,

“Kami berusaha memastikan proyek ini berjalan sesuai standar dan tidak merusak lingkungan sekitar.” ujarnya.

Sikap kritis sekaligus konstruktif juga datang dari warga desa. Yudi, salah seorang warga Bangunharja, mengapresiasi upaya pemerintah desa yang telah mulai memperbaiki jalan yang selama ini sering menjadi hambatan mobilitas warga.

Namun, Yudi juga memberikan catatan penting. Ia mengingatkan agar kualitas dan kuantitas pekerjaan benar-benar diperhatikan agar hasil pembangunan tidak mengecewakan.

“Kami mendukung pembangunan ini, tapi jangan sampai hanya selesai secara fisik saja tanpa mempertimbangkan mutu pekerjaan,” katanya.

Selain itu, Yudi juga menyarankan selain pembangunan infrastruktur desa harus melibatkan melibatkan pihak pegiat konservasi dalam mengelola potensi wisata alam yang ada di Bangunharja. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan wisata dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.

Lanjut Yudi, kolaborasi ini akan memperkuat strategi pembangunan desa dan meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

“Jika dikelola dengan baik, wisata alam bisa jadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dampak positif dari perbaikan infrastruktur sudah mulai dirasakan oleh warga, terutama para petani. Seperti Ikin, seorang petani yang menggarap lahan di sekitar Jalan Rawa Onom, mengaku optimis menyambut musim tanam berikutnya.

Ikin menyebutkan bahwa akses jalan yang lebih baik sangat membantu proses distribusi hasil pertanian ke pasar dan memudahkan mobilitas dalam bertani.

“Sebelumnya jalan rusak membuat transportasi hasil panen sulit dan mahal. Sekarang, kami jadi lebih tenang dan percaya diri,” jelasnya.

Meskipun proyek pengecoran jalan ini belum selesai sepenuhnya, langkah pemerintah desa mendapat dukungan luas dari masyarakat. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana memastikan bahwa pembangunan ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi dalam jangka pendek, melainkan juga menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

“Hal ini penting agar tidak ada kerusakan ekosistem yang justru merugikan warga di masa depan,” ujar Yudi.

Yudi kembali menegaskan rasa terima kasih kepada pemerintah desa yang telah memperbaiki jalan, karena dampaknya langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

BACA JUGA: Libur Panjang, BTC Waterpark Banjarsari Dipadati Pengunjung

“Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah desa. Jalan yang diperbaiki membuat aktivitas kami jadi lancar dan lebih produktif,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, pembangunan infrastruktur di Desa Bangunharja menjadi gambaran nyata bagaimana sebuah desa bisa mengelola sumber daya dengan bijak.

Investasi pada jalan bukan hanya soal membangun fisik, tetapi juga tentang membuka akses yang mempermudah masyarakat mengembangkan potensi ekonomi dan melestarikan lingkungan.
Selanjutnya, pengawasan ketat dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar pembangunan berjalan sesuai harapan dan membawa manfaat berkelanjutan. (Eddy/ infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan