Pemerintah Ciamis Salurkan Bantuan Pangan ke Kawali

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat. Pada Rabu (11/12/2024), Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman, secara resmi salurkan bantuan pangan berupa 10 ton beras untuk 202 Kepala Penerima Manfaat (KPM) di Desa Kawali.

Acara pelepasan bantuan tersebut berlangsung di kompleks Gudang Bulog Pamalayan dan di hadiri Forkopimda Ciamis.

Andang menjelaskan bahwa sebelum bantuan diberangkatkan, pihaknya melakukan serangkaian pengecekan terhadap kualitas beras.

“Kami memeriksa berat beras, kadar air, dan kondisi setiap lima karung. Alhamdulillah, semuanya memenuhi standar. Bahkan, kami juga mencoba nasi dari beras ini, hasilnya enak dan layak konsumsi,” ungkapnya.

Bantuan pangan ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Secara keseluruhan, pada tahun 2024, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Ciamis mencapai 202.692 KPM. Setiap kepala keluarga mendapatkan alokasi 10 kilogram beras.

Andang berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan mereka terpenuhi. “Semoga program ini terus berjalan dan kualitas beras yang diberikan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andang juga menyoroti kondisi ketersediaan beras di Kabupaten Ciamis. Berdasarkan laporan yang diterima, stok beras masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan. Ia optimistis tidak akan ada kendala dalam distribusi maupun ketersediaan pangan di wilayah Ciamis.

“Untuk sementara ini, ketersediaan beras bisa dikatakan aman. Namun, kita tetap harus memastikan kualitasnya. Bulog memiliki peran penting di sini, terutama dengan tenaga ahlinya yang mampu menjaga kualitas beras, baik yang medium maupun premium,” tambah Andang.

Ia juga menekankan bahwa Bulog harus memastikan beras yang didistribusikan selalu berada di atas standar. “Jangan sampai kualitas beras yang diterima masyarakat rendah. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program ini,” tegasnya.

Selain membahas distribusi bantuan pangan, Andang juga menyinggung kemungkinan pengembangan program makan gratis di masa depan. Namun, menurutnya, program tersebut perlu perhitungan yang matang agar pelaksanaannya tepat sasaran.

“Penerima makan gratis harus dihitung dengan cermat, karena ada banyak faktor yang memengaruhi, seperti plus-minus kebutuhan pangan dan dinamika jumlah penerima, termasuk di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Andang menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan akses pangan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

“Program ini bukan hanya soal memberikan beras, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan,” tutupnya.

BACA JUGA: Bendungan Matenggeng: Solusi Irigasi, Energi, dan Keberlanjutan Lingkungan

Program bantuan pangan ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari langkah besar dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan program ini terus berlanjut dan tepat sasaran, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Bulog sebagai mitra utama dalam penyediaan beras.

Dengan bantuan 10 ton beras yang telah diberangkatkan, masyarakat Desa Kawali kini dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka. Program ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan dan kualitas hidup. (Sari. Eddy/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan